Daftar isi
#1
Bab 1. Petuah Bijak Sang Nelayan
#2
Bab 2. Uluran Tangan Sang Bangsawan
#3
Bab 3. Jatuh Cinta
#4
Bab 4. Hasut
#5
Bab 5. Kala Hati telah terpaut
#6
Bab 6. Merantau ke Negeri Belanda - a
#7
Bab 6. Merantau ke Negeri Belanda - b
#8
Bab 7. Perang Dunia II
#9
Bab 7. Singgah di Negeri Malaya
#10
Bab 8. Singgah di Sumatera Barat
#11
Bab 9. Pulang
#12
Bab 10. Siasat
#13
Bab 11. (Bekas) Kapal Minyak Langkat
#14
Bab 12. Bersandar di Jakarta
#15
Bab 13. Aksi di Tanah Betawi
#16
Bab 14. Penantian
#17
Bab 15. Angkasa Merona Berhias Bintang
#18
Bab 16. Bumi Merana Berselimut Hitam
#19
Bab 17. Sunyi
#20
Bab 18. Kembalinya Sang Pejuang
#21
Bab 19. Menuntut Keadilan
#22
Bab 20. Maaf
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#2
Bab 2. Uluran Tangan Sang Bangsawan
Bagikan Chapter
3. ‘Motor" adalah sebutan ‘mobil" dalam dalam bahasa Melayu.
4. ‘Kerete angin" adalah sebutan ‘sepeda" dalam dalam bahasa Melayu.
5. ‘Hajap" adalah sebutan untuk ‘susah" dalam bahasa Melayu.
6. Sultan Ma'moen Al Rasyid adalah Sultan ke-9 dari Kesultanan Deli yang memerintah dari 1873 hingga mangkat pada 1924.
7. Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah adalah Sultan Deli ke-10 yang memerintah sejak dimasyhurkan pada 11 September 1924 hingga kemangkatannya pada 4 Oktober 1945.
8. ‘Entu" adalah sebutan untuk 'ayah' dalam bahasa Melayu, yang biasanya digunakan oleh kalangan bangsawan.
9. Meriam puntung merupakan meriam yang bentuknya buntung atau tidak sempurna. Keberadaannya di Istana Maimun dikisahkan melalui cerita legenda. Putri Hijau dari Kerajaan Haru yang terletak di Deli Tua menjelma menjadi meriam untuk menjaga istana dari serbuan pasukan raja Aceh yang meminangnya. Meriam itu menjadi puntung akibat terus menerus mengeluarkan tembakan.
10. ‘Baham" adalah sebutan untuk ‘makan" dalam bahasa Melayu.
11. "Kamu-kamu ini dikirim ke sini untuk kerja! Cari uang, bukan cari alasan!"
12. "Sudah kerjanya lambat, malah bolos terus. Sedikit-sedikit sakit! Sedikit-sedikit sakit! Tidak malu?, Heh, heh! Bodoh!"
13. "Ealah! Siapa itu yang batuk?"
14. "Pura-pura sakit? Bohong! Dasar pemalas!"
15. "Jangan pegang-pegang!"
16. "Ya ampun! Sudah berani! Oh, kupukul, ya!"
17. "Seharusnya kalau ada Tuan Rasyid, yang sopan. Disapa gitu lho. Kok ya, tidak mengerti tata krama, aduh ... Maafkan anak buah saya, Tuan."
18. Jacob Nienhuys (1836-1928) adalah orang Belanda pertama yang menjadi pengusaha perkebunan tembakau di Hindia Belanda. Ia tiba pada tahun 1863 dan kemudian mendirikan Deli Maatschappij pada tahun 1869 setelah mendapat konsesi dari Kesultanan Deli.
4. ‘Kerete angin" adalah sebutan ‘sepeda" dalam dalam bahasa Melayu.
5. ‘Hajap" adalah sebutan untuk ‘susah" dalam bahasa Melayu.
6. Sultan Ma'moen Al Rasyid adalah Sultan ke-9 dari Kesultanan Deli yang memerintah dari 1873 hingga mangkat pada 1924.
7. Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah adalah Sultan Deli ke-10 yang memerintah sejak dimasyhurkan pada 11 September 1924 hingga kemangkatannya pada 4 Oktober 1945.
8. ‘Entu" adalah sebutan untuk 'ayah' dalam bahasa Melayu, yang biasanya digunakan oleh kalangan bangsawan.
9. Meriam puntung merupakan meriam yang bentuknya buntung atau tidak sempurna. Keberadaannya di Istana Maimun dikisahkan melalui cerita legenda. Putri Hijau dari Kerajaan Haru yang terletak di Deli Tua menjelma menjadi meriam untuk menjaga istana dari serbuan pasukan raja Aceh yang meminangnya. Meriam itu menjadi puntung akibat terus menerus mengeluarkan tembakan.
10. ‘Baham" adalah sebutan untuk ‘makan" dalam bahasa Melayu.
11. "Kamu-kamu ini dikirim ke sini untuk kerja! Cari uang, bukan cari alasan!"
12. "Sudah kerjanya lambat, malah bolos terus. Sedikit-sedikit sakit! Sedikit-sedikit sakit! Tidak malu?, Heh, heh! Bodoh!"
13. "Ealah! Siapa itu yang batuk?"
14. "Pura-pura sakit? Bohong! Dasar pemalas!"
15. "Jangan pegang-pegang!"
16. "Ya ampun! Sudah berani! Oh, kupukul, ya!"
17. "Seharusnya kalau ada Tuan Rasyid, yang sopan. Disapa gitu lho. Kok ya, tidak mengerti tata krama, aduh ... Maafkan anak buah saya, Tuan."
18. Jacob Nienhuys (1836-1928) adalah orang Belanda pertama yang menjadi pengusaha perkebunan tembakau di Hindia Belanda. Ia tiba pada tahun 1863 dan kemudian mendirikan Deli Maatschappij pada tahun 1869 setelah mendapat konsesi dari Kesultanan Deli.
Chapter Sebelumnya
Chapter 1
Bab 1. Petuah Bijak Sang Nelayan
Chapter Selanjutnya
Chapter 3
Bab 3. Jatuh Cinta
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (8)
Rekomendasi
Novel
Cawan Kosong
Flash
Ria dan Rio
Novel
Clair: The Death That Brings Us Closer
Flash
WHO ARE YOU?
Novel
Nun Mati
Novel
Mantan
Flash
Perempuan Buta dan Adiknya
Novel
I Love You, My Cousin
Novel
Dosen Misterius Buronan Mahasiswa
Flash
Lelaki Pembuang Jam (Membicarakan Adam 4)
Novel
A Hot Daddy Chronicle
Novel
Believe
Flash
TAKUT
Flash
Habib Gadungan Kena Azab Instan
Flash
Perempuan Cantik itu Membantuku Berdiri
Flash
Di Kota-Kota Yang Sama ketika Lentera Menjadi Kelana
Flash
SURAT CINTA MEMATIKAN
Flash
Terang tapi gelap
Novel
A Letter From Kedah
Novel
Aksara Samudera