Sweet Seven Teen

Rico cogan aneh, dirinya ngak mau saat 17 tahunnya datang atau di rayakan.

Satu Sekolah SMA "Karya Anak Bangsa" mengakui siapa Rico, cogan yang paling tampan dan smart. Tentu banyak gadis, dari yang cantik sampai yang biasa-biasa aja ingin jadi pacar Rico.

Salah satunya Mawar, gadis bertubuh kurus dan wajahnya ngepas. Mawar serasa makin sedih ketika selalu di tolak Rico, apalagi bertambah sedih Mawar saat melihat Rico bergandengan dengan gadis cantik, serasa makin terkucil Mawar.

"Gua tahu, loe semuanya'kan ngejar-ngejar dan mau jadi pacar gua. Ya selama ini, loe semua cuman dekat doang sama gua. Gua belum satupun nemuin tambatan hati gua"serasa lagi bikin pengumanan Rico berdiri di kerubungi cewek cantik. "Lantas kalau ada yang ingin jadi cewek loe, adakah syaratnya, Ric?"beranikan Mawar bertanya, tersenyum sinis Rico menghampiri Mawar rada tersipu malu.

"Syaratnya gampang, gua ngak mau aja ketampanan gua ini jadi nambah tua dan memudar. dan gua ngak mau umur gua bertambah, apalagi besok umur gua udah 17 tahun. Kalau loe punya caranya, ya mau ngak mau. Gua terima loe"jawab rinci Rico, tapi cewek-cewek malahan menertawai Mawar menahan sabar.

"Rasanya ngak ada sesuatu ataupun alat yang bisa menolak umur, karena umur selalu bertambah datang, dengan sendiri dan pastinya akan bikin manusia yang hidup di dunia akan bertambah sendiri umurnya dan menjadi tua"guman sedih Mawar perhatikan Rico berjalan di kerubungi banyak cewek.

"Ric"terdengar suara halus Mawar memanggil Rico berhenti berjalan. Cewek-cewek berbalik melirik sinis Mawar. "Udeh kalian pada pergi sana"sahut Rico mengusir cewek-cewek pergi. "Ngapain loe?"sinis tatapan Rico menatap Mawar tersenyum. "Loe ngak bisa menolak umur, Ric. Loe harus bersyukur dengan bertambahnya usia loe"sedikit nasehat Mawar beranjak pergi meninggalkan Rico terdiam berdiri di tengah lapangan basket sepi,

Malam makin larut, makin hening sepi di dalam kamar. Rico hanya sendirian, berapa kali tatapan matanya selalu melihat kearah kalender. "Gua ngak mau besok tanggal ini ada!"kesal Rico sobek kalender harian tanggal 15 april. "Pastinya wajah tampan gua akan sedikit-sedikit memudar dan pastinya cewek-cewek ngak akan dekatin gua lagi"bergaya Rico di depan cermin masih rasa kesal.

Rico terduduk di kursi berhadapan cermin, dirinya terus perhatikan wajahnya yang tampan. "Benar juga, gua harus bersyukur dengan seiringnya bertambah umur. Gua ngak boleh menolak usia gua saat besok bertambah umur. Kalau gua menolak umur, sama aja gua ngak bersyukur, bila selama ini gua masih di kasih kesempatan bertambah usia"lirih sedih tutur Rico perhatikan wajahnya sudah sembab basah penuh sesal di depan cermin.

Rico tahu, jika cewek-cewek yang menyukai dirinya ngak akan kasih ucapan ulang tahun ke 17, karena Rico yang meminta. "Happy birthday, Ric. Semoga panjang umur dan sehat selalu"terucap dari bibir manis Mawar bawakan cake kecil. "Terima kasih, Mawar"sahut Rico beranjak bangun dari duduk terus meniup lilin. "Gua telah salah menilai loe, Mawar. Makasih buat nasehat loe. Gua ngak akan lagi menolak umur"penuh senyuman haru Rico menyeka tetesan air mata haru Mawar.

5 disukai 1 komentar 1.8K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Duh, mataku.
Saran Flash Fiction