Badut ulang tahun

Ulang tahun yang seharusnya penuh sukacita malah menjadi petaka.

Pak Yatno datang kerumah dengan tergesa-gesa. keringatnya bejibun. Wajahnya pucat dan ia kesulitan mengatur napasnya. "Tenang dulu pak, ada apa?"

"Ba..badut mas."

"Iya badutnya kenapa?"

Pak Yatno menceritakan apa yang terjadi. Seorang badut yang harusnya disewa untuk meramaikan acara ulang tahun, sekarang menyandera anak anak kecil dirumah tempat pak Yatno bekerja. Badut itu terus berteriak. Pantas saja dari tadi rumah disebelah sangat berisik. Padahal rumah disekitarnya sedang sepi karena ditinggal pemilik yang lain untuk bekerja.

"Mana pak Bram? cepat panggil dia." Badut itu menodongkan pistol pada anak yang berulang tahun, lalu mengancam pembantu lain. Ia menyuruhnya untuk segera memanggil empunya rumah. pembantu yang ketakutan itu langsung menelepon pak Bram. Tapi panggilannya tidak masuk.

Badut itu terus meracau, ia mengatakan bahwa ia adalah kekasih dari istri pak Bram. Ia bilang harus segera berbicara pada pak Bram secara tuntas. Karena pak Bram ternyata sudah mengendus perselingkuhan istri nya lalu secara semena-mena melarang istri nya untuk bertemu badut itu.

"Setengah jam lagi Pak bram tidak datang atau tidak menjawab telepon, gue akan bunuh semua anak disini, begitu kata badut itu mas" kata pak Yatno pada ku.

"Udah berapa lama Badut itu ngomong begitu?"

"Se..sekitar dua puluh lima menit yang lalu."

Aku mendengar lagi dengan seksama suara anak kecil yang tadinya ramai disebelah rumah sekarang tiba-tiba menjadi sepi.

Aku tersenyum.

1.2K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction