Lokasi: Sungai Sekampung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Waktu: Sekitar tahun 1970. Tokoh: Kakak Ismail, Jono, Aku (Amar).
---***---
Tahun 1970, Sungai Sekampung di Lampung Selatan menjadi urat nadi warga sekaligus menyimpan misteri angker di area pemandian umum. Kakak Ismail dan sahabatnya, Jono, yang nekat memancing sendirian pada pukul sembilan malam di tempat itu, dikejutkan oleh kejanggalan ketika seonggok kayu mati kehitaman di seberang sungai tiba-tiba bergeser mendekat melawan arus.
Diiringi bau anyir dan melati yang menusuk hidung, kayu mati tersebut perlahan berubah bentuk menjadi sosok besar bermata merah menyala yang merangkak mengejar mereka di atas air. Panik luar biasa, keduanya lari terbirit-birit hingga ambruk dan berujung demam tinggi selama tiga hari.
Namun, kisah mencekam itu mendadak jungkir balik ketika bertahun-tahun kemudian Amar menemukan sebuah catatan harian tua milik Kakak Ismail. Di lembar paling belakang tertulis pengakuan bahwa "kayu mati" yang mengejar mereka malam itu sebenarnya hanyalah batang pohon biasa yang didorong pelan memakai galah panjang oleh Jono demi menjahili Ismail yang sombong, sementara mata merah menyala itu hanyalah pantulan api dari puntung rokok kretek Jono yang menyala di tengah gelapnya malam.
---***---
Demikianlah kisah nyata pertemuan mencekam Kakak Ismail dan Jono dengan makhluk gaib di Sungai Sekampung.
Terima kasih sebesar-besarnya karena telah membaca kisah dari Kabupaten Lampung Selatan ini hingga tuntas. Kami sangat menghargai waktu dan perhatian Anda. Nantikan dan ikuti terus cerita-cerita misteri serta legenda lokal lainnya yang siap membuat bulu kuduk Anda berdiri. Sampai jumpa di kisah selanjutnya!