Novel
Genre → Romantis
Dua Sujud Satu Muara
Mulai membaca
Berlangsung
Gratis untuk dibaca
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Bagi Arga, kemewahan ibu kota tak lebih dari sekadar sangkar emas yang mengekang jiwanya. Demi menghindari perjodohan masa kecil yang dipaksakan orang tuanya, alumnus S-2 Turki ini nekat menanggalkan status konglomeratnya. Ia melarikan diri ke Surabaya dan menyamar sebagai buruh logistik lapangan yang berlumur debu semen.

Di bawah terik Kota Pahlawan, takdir mempertemukannya dengan Kirana, gadis anggun lulusan Al-Azhar Kairo yang mengelola perusahaan tersebut. Di mata Arga, Kirana adalah tempat berteduh dalam keletihan, oase suci yang cintanya tumbuh melampaui tingginya gunung dan dalamnya lautan.

Mereka merajut jalinan rasa yang mesra, namun tetap teguh menjaga batasan syariat Islam.Ketika cinta sudah sehangat madu, badai restu justru datang menghantam. Kedua orang tua mereka menolak keras dan menuntut bakti anak untuk pulang demi sebuah perjodohan lama. Berdiri di persimpangan jalan antara bakti dan cinta sejati, Arga dan Kirana tidak pernah menyadari... bahwa takdir Allah jauh lebih megah dari prasangka manusia.

Apakah mereka akan terus berlari dari perjodohan yang sebenarnya adalah jawaban dari doa mereka sendiri?
Tokoh Utama
Arga Syahdan AlFatih
Kirana Nazra Medina
#1
Sangkar Emas di Menteng
#2
Meja Makan yang Dingin
#3
Surat dari Masa Lalu
#4
Rencana Rahasia Dua Sahabat
#5
Langkah Pertama Menuju Kebebasan
#6
Rapat Rahasia di Paviliun Belakang
#7
Skenario Penghilangan Jejak Digital
#8
Logat, Pakaian, dan Kulit
#9
Target Operasi: Surabaya
#10
Alibi untuk Samaira
#11
Gladi Resik di Kamar Paviliun
#12
Langkah Senyap Menembus Malam
#13
Melintas Batas Pulau Jawa
#14
Selamat Datang di Gang Sempit
#15
Tragedi Kamar Mandi
#16
Berburu Kuliner Pinggir Jalan
#17
Pengawal yang Terlalu Siaga
#18
Malam Pembasmi Nyamuk
#19
Menatap Menara Graha Zhafran
#20
Menatap Menara Graha Zhafran
#21
Antrean Panjang di Lantai Dasar
#22
Wawancara yang Menegangkan
#23
Di Balik Kaca Tembus Pandang
#24
Detik-Detik Pengumuman
#25
Bergabung di Proyek Graha Zhafran
#26
Filosofi Semen dan Keringat
#27
Filosofi Semen dan Keringat
#28
Rubuhnya Gengsi Sang Magister
#29
Saat Tubuh Menuntut Haknya
#30
Deru Mobil di Area Konstruksi
#31
Mutiara di Balik Debu Proyek
#32
Teguran dari Sang Anggun
#33
Senyuman yang Lebih Manis dari Madu
#34
Kasak-Kusuk Sahabat
#35
Sapu Tangan dan Tekad yang Bulat
#36
Jadwal Inspeksi yang Menggetarkan
#37
Diskusi Syariat di Balik Cetak Biru
#38
Mengembalikan Sapu Tangan yang Wangi
#39
Pesona Hijab dan Anggunnya Jiwa
#40
Badai Debu dan Perlindungan Tak Terduga
#41
Tutur Kata Selembut Doa
#42
Analisis Tajam Sang Pekerja Logistik
#43
Alibi yang Menyelamatkan
#44
Mata-Mata dari Ruang Administrasi
#45
Pengaguman Rasa di Sepertiga Malam
#46
Rapat Evaluasi yang Buntu
#47
Solusi dari Meja Logistik
#48
Kekaguman di Balik Tulisan Tangan
#49
Penerapan Strategi Baru
#50
Senja di Atas Dak Beton
#51
Ujian Logat dan Pertolongan Gazhi
#52
di Bawah Hujan Surabaya
#53
Kecurigaan yang Mulai Tumbuh
#54
Laporan Mata-Mata Sahabat
#55
Rahasia Doa di Balik Lelah
#56
di Balik Meja Logistik
#57
Secarik Kertas di Sela Dokumen
#58
Pujian yang Menyejukkan Jiwa
#59
Oase di Tengah Lelahnya Lapangan
#60
Angin Malam dan Secangkir Madu
#61
Kedalaman Rasa, Melampaui Samudra
#62
di Balik Pagar Proyek
#63
Godaan dari Meja Sebelah
#64
Kegelisahan Sang Asisten Setia
#65
di Bawah Langit Surabaya
#66
Detektif dari Ruang Administrasi
#67
Jebakan Pertanyaan di Pantry
#68
Gazhi Sang Pengalih Perhatian
#69
Penyamaran KTP yang Terancam
#70
Interogasi Sahabat pada Kirana
#71
Operasi "Penguntitan Malam"
#72
Konfrontasi Rahasia Daffa
#73
Kirana yang Mulai Menjauh
#74
Gazhi Membuka Suara
#75
Janji di Bawah Gerimis
#76
Badai di Sektor Keuangan
#77
Langkah Senyap di Depan Pintu
#78
Kata-Kata, Menjadi Jangkar Jiwa
#79
Investigasi Rahasia Daffa dan Arga
#80
Penyerahan Bukti di Sudut Musala
#81
Kebenaran yang Menang
#82
Tatapan Haru di Balik Jendela
#83
Zhafira dan Gamila, Berbalik Arah
#84
Sumpah di Sepertiga Malam
#85
Pamit yang Menggantung Rindu
#86
Kembali ke Sangkar Emas
#87
Makan Malam Penuh Intimidasi
#88
Ledakan Amarah Sang Konglomerat
#89
Air Mata Ibu Samaira
#90
Boikot Hak Waris dan Ancaman Bisnis
#91
Loyalitas Gazhi dan Daffa yang Diuji
#92
Perintah Pengurungan dan Rencana Pelarian Kedua
#93
Kepulangan Sang Nakhoda Bisnis
#94
Pengakuan Jujur di Hadapan Ayah
#95
Air Mata di Atas Sajadah
#96
Nasihat Teduh Ibu Ghoniyah
#97
Dukungan Moril dari Zhafira dan Gamila
#98
Kehilangan dan Rindu yang Menyiksa
#99
Keberangkatan Menuju Jakarta
#100
Tekad Baja Sang Mutiara Al-Azhar
#101
Kamar Isolasi dan Penantian Semu
#102
Ultimatum Malam dari Fardhan
#103
Dikte Tradisi Ibu Ghoniyah
#104
Sinyal Rahasia Daffa yang Terputus
#105
Kegelapan Hati Sang Puitis
#106
Surat Kepasrahan Kirana
#107
Pakaian Pengantin yang Terasa Kafan
#108
Perjalanan Menembus Kemacetan Jakarta
#109
Langkah Gemetar Menuju Ballroom
#110
Detik-Detik Sebelum Tirai Terbuka
#111
Tatapan di Balik Lampu Kristal
#112
Detak Jantung yang Berhenti
#113
Tangis Haru di Balik Cadar
#114
Terbongkarnya Misteri Penyamaran "Rian"
#115
Benang Merah Takdir yang Sempurna
#116
Ketika Dua Dunia Bertubrukan
#117
Deru Tawa di Meja Makan
#118
Air Mata, Menjelma Bahagia
#119
Cincin Warisan dan Restu Mutlak
#120
Kembalinya Tiga Sekawan
#121
Lelucon Semen di Meja Mertua
#122
Pingitan dan Desir Rindu Syar'i
#123
Samudra Cinta di Atas Pelaminan
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
0
Dibaca
3.2k
Tentang Penulis
Amrullah Ibrahim
Seorang yang suka berpikir imajiner dan suka membaca cerita fiksis
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 40 pengguna
Sudah memublikasikan 145 karya
Menulis lebih dari 8,558,662 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi