Kutitipkan Gergaji Ini

Kutitipkan Gergaji Ini



Indigo berasal dari bahasa Spanyol yang artinya ungu lembayung atau nila. Sejak Sekolah Dasar, orang-orang di sekitar menyematkan julukan 'Indigo' padaku. Hal itu karena aku bisa melihat yang umumnya tak terlihat, mendengar yang umumnya tak terdengar dan merasa yang umumnya tak terasa.

Tahun 2002, ayah menjual rumah kami yang lama. Kemudian kami sekeluarga pindah ke rumah yang baru. Berpindah tempat tinggal, tetapi masih dalam satu kota, berbeda kecamatan. Bangunan rumah itu cukup besar. Terdapat taman di belakang, yang cukup untuk menyalurkan hobi bunda memelihara tanaman hias dan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Namun, di rumah itu pula, sering terlihat banyak 'penghuni' selain aku dan keluargaku. Sepertinya hal itulah yang menjadi sebab, mengapa ayah bisa membelinya dengan harga yang lebih murah.

Selama tinggal di rumah itu, 'kenyang' rasanya melihat sosok-sosok gaib berbagai rupa. Mulai dari perempuan berambut panjang mengenakan daster merah dengan lidahnya yang panjang menjulur, anak-anak kecil yang berlarian naik turun tangga, pocong gundul yang ikatan kepalanya terbuka, hingga sosok hitam besar berbulu yang matanya memancarkan sinar merah.

Tak jarang, aku juga melihat banyak telapak tangan bergerak-gerak di dinding. Sering pula muncul kaki-kaki yang bergelantungan di pinggiran dinding, dari langit-langit ruangan. Sebagian orang yang mendengar ceritaku, biasanya tertawa karena hal itu seperti bualan di film-film. Terserah bila mereka menganggapku gila. Namun, seiring bertambah usia, aku lebih suka diam tak bercerita.

Kala tengah malam, kakak perempuanku kerap mendengar suara jemuran alumunium berpindah-pindah. Ruang menjemur pakaian, tepat berada di atas kamar kakakku. Saat jemuran alumunium itu berpindah-pindah, kaki jemuran menggesek lantai dan suaranya mengganggu tidur kakak perempuanku. Bila itu berpindah karena angin, tentunya tidak mungkin! Bila itu berpindah karena ulah tikus, pasti itu tikus terkuat di Indonesia karena sanggup memindah-mindahkan posisi jemuran alumunium. Kecuali jika tikus itu berjama'ah! Tikus berjama'ah memindahkan jemuran? Yang benar saja, itu tidak mungkin! Rumahku tidak sekumuh itu, Kawan!

Suatu pagi, kakak perempuanku bercerita tentang mimpinya. "Bayu … semalam aku mimpi didatangi perempuan berbaju putih. Lehernya berdarah-darah seperti digorok. Tangannya memegang gergaji. Kemudian dia bilang, "Titip ini!" sambil menyerahkan gergaji itu padaku. Nah, dengan o'on-nya … gergaji itu kuterima. Hahaha!" Tak ada ekspresi takut di wajah kakak perempuanku.

"Lho, Mbak! Semalam, perempuan itu juga mendatangiku di kamar."

"Lho, iya ta?" tanyanya memastikan.

"Iya. Ciri-cirinya juga mirip seperti perempuan dalam mimpi mbak, tapi … saat menemuiku dia tidak membawa gergaji." ujarku spontan menampakkan ekspresi heran.

"Ya, iyalah … kan semalam, gergajinya sudah dititipkan padaku!" ucap polos kakak perempuanku, sembari meringis memperlihatkan giginya.

*****

Senin, 5 April 2021

Berdasarkan kisah nyata Febrina Bayurini dengan sedikit perombakan cerita.

6 disukai 1.8K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction