Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Soya pikir semua akan berubah jika ia mulai tersenyum kepada orang-orang. Tapi ternyata ... pikiran itu ia buang jauh-jauh. Kini Soya tahu, bahwa kesialan selalu berada—bersama-sama dalam dirinya—terus mengikuti ke mana pun ia pergi.
Mulai beranjak dewasa, Soya semakin cantik dengan rupanya yang campuran, tidak banyak dimiliki orang. Tidak sedikit orang yang tidak menyukainya.
Hidupnya benar-benar hancur ketika tahu bahwa ia diperkosa oleh seseorang yang dianggapnya baik. Kehidupannya tidak berjalan lancar. Banyak orang yang menyuruh Soya untuk mati ... Dan akhirnya pun, Soya mempertontonkan keinginan mereka.
Mulai beranjak dewasa, Soya semakin cantik dengan rupanya yang campuran, tidak banyak dimiliki orang. Tidak sedikit orang yang tidak menyukainya.
Hidupnya benar-benar hancur ketika tahu bahwa ia diperkosa oleh seseorang yang dianggapnya baik. Kehidupannya tidak berjalan lancar. Banyak orang yang menyuruh Soya untuk mati ... Dan akhirnya pun, Soya mempertontonkan keinginan mereka.
Tokoh Utama
Soya
David
Naya
Rai
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
96
Dibaca
2.7k
Tentang Penulis
an sanaz
ha' lo
Bergabung sejak 2020-01-01
Telah diikuti oleh 840 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 6,015 kata pada novel
Rekomendasi dari Horor
Novel
Sesal
an sanaz
Novel
The Motion of Puppets
Mizan Publishing
Skrip Film
DALANG
Herman Siem
Cerpen
Kuyang
Glorizna Riza
Skrip Film
Tongkonan Terakhir
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Insomnia
Christian Shonda Benyamin
Flash
Tuan Kepala Terbalik
Nisa
Cerpen
Mawar untuk Emily karya William Faulkner penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Dari Dimensi Lain
bomo wicaksono
Cerpen
Setan-Setan dalam Rumah
Jasma Ryadi
Cerpen
Jumat Akhir Bulan Juli
Christian Shonda Benyamin
Flash
Angin dan Daun Yang Jatuh
Salman Faris
Novel
Sixth Sense
Lucyana
Flash
Bayangan di Lorong Sekolah
Haris Hidayat
Cerpen
Menjadi Tua, Lalu Luka
Fazil Abdullah
Rekomendasi