Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
15
Teh di Cangkir Kopi
Drama
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Sudah lama Delia tak lagi minum kopi. Ia membuang semua persediaan kopi di rumah; Arabica Gayo dan Mandailing, juga biji kopi Robusta Sidikalang yang sering membuatnya tetap terjaga di saat-saat deadline kerja.

Ia hanya memanfaatkan cangkir kopinya untuk menikmati teh.

Delia kini hanya menikmati teh; melati, chamomile, jahe. Teh hitam, putih, hijau. Sudah dicoba semua.

Ada kepuasan saat ia menikmati teh di wadah bekas ia pernah menyimpan aroma kopi

Sudah lama Delia tidak minum kopi. Ini bukan soal kafein.

Ini hanya cara ia mengobati luka.

Sudah lama Delia tidak minum kopi.

 Sejak Haris, memilih  wanita lain. Melupakan bahwa mereka pernah menyapa pagi dengan duduk berdua sambil menyesap kopi yang nikmat. Bercerita tentang rencana ini dan itu, tentang mimpi-mimpi yang sudah disemai sejak hari pertama menikah. Rumah, anak, dan rencana bepergian ke tempat-tempat jauh.

Saat senja, mereka juga menutup hari dengan kopi. Masih cerita tentang ini dan itu, sesuatu yang dikerjakan sepanjang hari, juga  cerita mimpi-mimpi yang masih tetap sama.

Lalu, Haris pergi. Pelan-pelan awalnya. Pulang terlambat, jadwal minum yang terlewat. Hingga ia benar-benar pergi.

Delia membuang semua kopi. Mengganti dengan teh. Tetap memakai cangkir yang sama, sebagai pengingat diri, di sana pernah ada sebuah kisah yang dituang dengan indah.

Dan pagi ini Delia bangun dengan mata berat. Ia sudah bekerja semalaman untuk proyek-proyeknya. Ia memanaskan air, menyiapkan cangkir, menyeduh minumannya.

Ia menarik kursi, duduk dengan kaki tegak, lalu menyeruput minuman hangat itu.

Nikmat. Ia tersenyum.

“Pahitnya pas,” gumamnya.

Ia berhenti sejenak.  Mengerutkan kening sesaat. Tak ada aroma melati, chamomile, atau jahe yang mengisi hidungnya.

Delia menunduk, tertegun ketika melihat cairan warna hitam pekat di dalam cangkir itu.

Kita memang tak pernah benar-benar lepas dari masa lalu.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi