Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
9
DATK- Ter Tidur 2.0
Romantis

“Bu Sinta engga masuk hari ini, ini tugasnya.” Pengurus kelas yang Aska tidak tau siapa namanya menuliskan beberapa tugas latihan yang diberikan guru. Hanya tinggal dua jam pelajaran terakhir hari ini, tapi syukurlah gurunya tidak datang.

Aska menatap gadis yang kini tertidur lelap menghadapnya. Napasnya lambat.

Kelopaknya bergerak sedikit saat matahari menyorotnya. Aska menggeser tubuhnya tanpa banyak berpikir, membuat bayangannya menutupi gadis itu.

“Ta.”

Aska mengangkat pandangannya, menatap orang itu lurus tanpa bicara. Yang ditatap perlahan mundur dan mengangkat tangan ke arahnya. Aska menyandarkan sikunya ke meja, dan menopang kepalanya di sana. Ia tidak bisa membungkuk lebih rendah dari itu, karena sinar matahari di belakangnya masih menyorot terik.

Hembusan angin membawa sebagian rambut Tata turun ke pipinya, tanpa sadar tangannya sudah bergerak maju dan menyingkirkan rambut itu ke belakang telingannya, perlahan.

Mata gadis itu masih tertutup rapat, tapi samar, senyuman mengembang di bibirnya, dan sekarang senyuman yang sama terangkat di bibir Aska.

Apa yang kau tertawakan? Pikirnya sambil menghapus senyumnya sendiri.

Matahari turun dengan cepat, teriknya sudah tak terasa lagi. Kini dingin yang mulai turun. Gadis itu memeluk tubuhnya sendiri, bergerak gelisah tapi masih tidak juga membuka matanya.

Aska mengambil sweater biru tua yang tersampir di bangkunya, sweater yang biasanya terlihat normal di tubuhnya, membungkus seluruh tubuh gadis itu.

Satu bibirnya terangkat tanpa bisa di tahan, tapi lagi-lagi dengan cepat ia hapus. Matanya beralih ke luar jendela, apakah ia harus membangunkan gadis itu sekarang?

Tapi ia masih ingin di sini lebih lama.

Aska baru sadar ia tertidur lagi, dan ketika bangun gadis itu sudah bangun dan memunggunginya. Tangannya dengan cepat melepas sweater milik Aska, menyerahkannya dan mengucapkan terima kasih.

Aska menatapnya dengan nyawa yang masih belum terkumpul setengahnya, tapi gadis di depannya dengan cepat mengepak bukunya dan tak lama setelahnya, ia sudah berdiri diam.

“Du… duluan,” bisiknya sebelum pergi meninggalkan Aska tanpa berbalik lagi.

Punggung gadis itu semakin menjauh, berjalan tanpa berbalik, meski ia sempat tersandung kakinya sendiri. Aska terkekeh pelan. Dasar. 

Silahkan baca DATK- Ter Tidur - untuk melihat cerita dari versi Tata.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi