Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
4
Sampah di Atas Aspal
Drama
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Pandangan pria itu menajam dari balik kaca hitam helm fullface-nya. Ia menyaksikan pemandangan yang menyulut amarah: seorang ibu paruh baya yang baru saja singgah di bahu jalan, dengan ringan melempar plastik pembungkus roti dan susu kotak ke atas aspal. Tanpa beban, seolah jalanan adalah tempat sampah pribadinya, ibu itu memutar gas dan melesat pergi.

​Pria itu menepi sejenak, mencengkeram kedua sampah tersebut, lalu memacu motornya dengan deru mesin yang murka.

​Setelah berhasil menyalip, ia memotong jalur dan mencegat motor si ibu. Si ibu mulai gemetar, sementara anaknya yang berusia empat tahun di depan tetap asyik mengunyah roti, tak menyadari ketegangan yang ada. Pria itu turun dari motor, tangannya merogoh saku jaket sambil melangkah mantap ke arah mereka.

​Panik melihat sosok misterius dengan wajah tertutup kaca hitam mendekat, si ibu berusaha memundurkan motornya. Napasnya menderu kacau. Kakinya yang makin gemetar membuatnya kehilangan keseimbangan. Motornya ambruk. Anaknya terlempar ke aspal dan menjerit sejadi-jadinya; sisa roti yang sedang dikunyah berhamburan keluar, bercampur air mata dan debu jalanan.

​"Tolong! Tolong! Ada begal!" teriak si ibu histeris.

​Warga sekitar langsung merespon teriakan itu. Pria dengan helm gelap itu tak diberi sedetik pun kesempatan untuk bicara, apalagi menunjukkan plastik sampah yang masih digenggamnya. Helm fullface itu justru membuatnya tampak seperti predator di mata massa. Dalam sekejap, hujan pukulan dan makian menghujam tubuhnya tanpa ampun.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi