Kala itu suasana terik, panas yang menyengat membuat kebanyakan orang akan lebih memilih menghindarinya, tapi beda cerita dengan yang sedang terjadi di sebuah kota di Bogor.
Orang-orang rela berdesakan dan berpanas-panasan demi seseorang yang bagi mereka bertingkah bodoh hanya demi uang satu juta rupiah. Seorang konten kreator bernama Bayu, yang lebih pantas disebut seekor, memberi tantangan, bagi siapapun yang berani bertingkah bodoh bahkan cenderung gila dari pagi sampai sore maka berhak menerima uang tunai.
Banyak orang yang menolak, tapi tidak dengan Pak Heri, ia menerima tantangan tersebut dari mulai pagi, dan kini sudah siang menjelang, massa pun tetap berkerumun untuk sekedar melihat.
Bayu memerintahkan supaya Heri menyanyikan lagu Manuk Dadali tapi semua huruf vocal diganti huruf I, ia diperintah melakukan hal tersebut sambil layaknya orang berbaris. Semua orang mengikuti, pun kamera terus menyorot, Heri pun melakukannya dengan serius, sepanjang jalan dia jadi bahan perhatian, sebuah hiburan di kala penat, pikir orang-orang di sepanjang jalan.
Setelah itu Heri diminta untuk bertingkah dan menirukan suara kucing yang sedang marah-marah, juga harus berhenti ketika ada orang yang berpapasan, kemudian berekspresi seperti kucing yang baru saja bertemu musuhnya. Pun sama seperti sebelumnya, orang-orang mengikuti, dan di sepanjang jalan banyak yang menonton. Mereka kembali mentertawakan tingkah Heri.
Sore mulai menyapa, matahari sudah tenggelam separuh, live konten belum selesai, masih ada dua tantangan, yang pertama Heri harus bilang "Pinjem dulu seratus" ke setiap orang yang berpapasan dengannya. Ada seorang pemuda bernama Fallen yang memprotes, Fallen sadar Heri diperlakukan tak layak, namun suara massa lebih dianggap sebagai kebenaran terlepas benar salahnya, Pemuda tersebut pun diabaikan. Fallen sendiri adalah tetangga samping rumah Heri.
Tantangan terakhir adalah Heri diharuskan menirukan suara monyet di sepanjang perjalanan, kemudian bertingkah seperti memanjat tiang listrik ketika menemukan benda tersebut. Semua lancar dan Heri pun diberi hadiah satu juta rupiah, Heri sujud syukur.
***
Menjelang Maghrib Heri baru sampai di rumahnya, tiga anak nya yang sedang tidur di lantai karena sama sekali tidak memiliki kasur bahkan tikar menyambut, usia mereka 5, 8, dan 12 tahun.
"Ini bapak baru dapat rezeki nomplok sejuta, besok Dek Angel bayar iuran sekolah, ya,"
"Kak Andre besok bapak belikan sepeda biar ke sekolah gampang,"
"Buat Dek Mia, besok bapak beliin susu, ya. Kali-kali engga air tajin terus.
Fallen yang melihat itu sehabis membeli rokok menangis sesenggukan, Heri dan keluarganya tak memperhatikan, tapi semesta tahu masih ada orang waras seperti Fallen, dan orang yang bertingkah gila di depanmu, mungkin seperti itu karena ada yang sedang mencoba bertahan hidup menunggu di rumah.