Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
24
Nyala Hati
Romantis

‎Minnesota pertengahan tahun 1982, di tengah-tengah kota yang penuh hiruk pikuk, hiduplah sebuah kisah yang sering ditertawakan namun sebetulnya amat pilu. Ada kabar Martin, yang bekerja di bengkel sepupunya, memiliki manik kejiwaan yang aneh, membayar siapapun yang mau mendengarkan dia curhat, namun sama sekali tak boleh membalas, apalagi mencela.

‎Hingga akhirnya itu sampai ke telinga Abigail, dia sudah menikah, namun telah ditinggal suaminya tanpa kabar yang konon pergi ke Prancis demi cita citanya. Yang pasti tak pernah jelas di kota Prancis mana dan tak akan pernah kembali.

‎Abigail pun meminta orang-orang agar bersedia mendengarkan cerita Martin karena cinta. Ya, karena ia jatuh cinta padanya, posisinya yang belum bercerai dan sulit menceraikan suaminya membuat ia merasa itu satu-satunya cara untuk melampiaskan perasaannya pada Martin.

‎Tak hanya menyuruh, orang-orang yang mau mendengarkan cerita Martin pun mendapat bayaran dari dirinya asal tutup mulut dan tak pernah mengatakan Abigail yang meminta mereka, jadi orang-orang yang mendengarkan itu mendapat uang double, baik dari Martin maupun Abigail. Tentu banyak yang mengambil kesempatan emas itu, meski tak peduli keadaan Martin maupun Abigail. Ya, hanya uang yang mereka pedulikan.

‎Hingga akhirnya semua telah berjalan hampir 8 tahun dan Abigail masih mengawasi Martin pun Martin masih melakukan hal yang sama. Keluarga, teman maupun kerabat Martin sudah mendesak Martin untuk ke psikiater atau bicara dengan psikolog, namun selalu ia abaikan atau berakhir dengan pertengkaran.

‎Tapi ada hal yang tak pernah Abigail tahu, alasan dibalik Martin melakukan hal tersebut adalah karena ia menganggap orang-orang yang mendengarkannya adalah Abigail. Martin memiliki masalah mental bernama erotomania, yaitu gangguan dimana ia merasa dicintai oleh orang lain, padahal faktanya tidak, terlebih biasanya penderitanya merasa ia dicintai oleh selebriti.

‎Terdengar lucu memang, tapi berdasarkan pengakuan para psikiater, psikolog, maupun keluarga, teman, dan kerabat pasien, hal itu benar-benar tidak lucu dan sangat amat menguras emosi.

‎Parahnya lagi seperti penderita erotomania pada umumnya Martin menganggap Abigail adalah selebriti besar, seorang aktris tanpa cela yang sempurna. Abigail sendiri pertamakali diperhatikan oleh Martin ketika Martin melamar kerja di toko kelontong. Kala itu Abigail yang jadi sukarelawan untuk membagikan brosur teramat cantik di mata Martin, otak skizofrenia kompleks Martin menganggap Abigail adalah aktris yang diperintah elit global untuk menyamar dan mengawasi masyarakat.

‎Hingga suatu hari Martin bertemu dengan Abigail, mereka berhadap-hadapan di jalan yang cukup sepi, keduanya beberapa detik saling menatap, Abigail yang masih saja belum mengetahui cerita keseluruhan nya masih khawatir dengan status hukum pernikahannya, sedangkan Martin amat ragu karena ia rasa mana mungkin seorang selebriti besar mau menuangkan rasa padanya.

‎Karena kesalahpahaman besar keduanya itulah mereka pun hanya berani saling menatap, hanya beberapa puluh detik sampai keduanya saling melewati satu sama lain, dan kegiatan aneh Martin dimana Abigail juga membayar orang agar bersedia mendengarkan terus Martin berulang, hingga kematian Martin karena serangan jantung dadakan.

‎Kedua-duanya tidak pernah tahu kebenaran yang sesungguhnya dari masing masing pihak. Hanya tahu apa yang mereka tahu, yang mereka dengar, atau apa yang mereka berdua perkirakan.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi