Salam untuk Ikhlas

Kala mendung di senja hari selalu berhasil membuka kembali kenangan di kepala Kusuma. Laki-laki itu pulang dari kantor melewati jalanan aspal yang mungkin sebentar lagi di basahi hujan. Dulu ia selalu pulang berdua, kini ia hanya ...

(Sebagian cerita disembunyikan)

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1,000
1.4K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction