Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Hidup Ayla Larasati tak pernah mudah.
Setelah lulus SMK, ia tak kunjung mendapat pekerjaan, sementara kedua orang tuanya sudah tua dan terlilit utang. Saat peluang beasiswa KIP datang, Ayla merasa punya harapan. Namun harapan itu seketika hancur, tubuhnya melemah, dan ia divonis menderita TB paru stadium lanjut.
Setelah beberapa bulan berobat, kabar buruk lain menyusul: ia gagal kuliah karena kuota kampus telah penuh.
"Udah mah nganggur, penyakitan pula."
Ejekan tetangga itu terasa seperti tamparan bagi Ayla.
Namun Ayla tak mau menyerah. Dengan sisa tenaga dan pinjaman dari sang kakak, ia mulai berjualan pulsa dan jajanan kecil bersama ibunya. serta mencari cara untuk mendapatkan penghasilan dari affiliate online. Sedikit demi sedikit, ia mulai bangkit.
Di sela-sela kesibukannya, Ayla menemukan cara lain untuk meluapkan segala yang ia rasakan: menulis. Awalnya, tulisan hanya menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati. Namun perlahan, dari kata-kata yang ia tulis, tumbuh sebuah harapan baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Di sisi lain, Ayla diam-diam masih menyimpan perasaan pada seseorang yang tak pernah benar-benar ia miliki, cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan.
"Cahaya yang Tertunda" adalah kisah tentang seorang gadis yang memilih untuk terus melangkah, meski hidup berulang kali menghentak.
Akankah Ayla akhirnya menemukan cahayanya?
Setelah lulus SMK, ia tak kunjung mendapat pekerjaan, sementara kedua orang tuanya sudah tua dan terlilit utang. Saat peluang beasiswa KIP datang, Ayla merasa punya harapan. Namun harapan itu seketika hancur, tubuhnya melemah, dan ia divonis menderita TB paru stadium lanjut.
Setelah beberapa bulan berobat, kabar buruk lain menyusul: ia gagal kuliah karena kuota kampus telah penuh.
"Udah mah nganggur, penyakitan pula."
Ejekan tetangga itu terasa seperti tamparan bagi Ayla.
Namun Ayla tak mau menyerah. Dengan sisa tenaga dan pinjaman dari sang kakak, ia mulai berjualan pulsa dan jajanan kecil bersama ibunya. serta mencari cara untuk mendapatkan penghasilan dari affiliate online. Sedikit demi sedikit, ia mulai bangkit.
Di sela-sela kesibukannya, Ayla menemukan cara lain untuk meluapkan segala yang ia rasakan: menulis. Awalnya, tulisan hanya menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati. Namun perlahan, dari kata-kata yang ia tulis, tumbuh sebuah harapan baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Di sisi lain, Ayla diam-diam masih menyimpan perasaan pada seseorang yang tak pernah benar-benar ia miliki, cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan.
"Cahaya yang Tertunda" adalah kisah tentang seorang gadis yang memilih untuk terus melangkah, meski hidup berulang kali menghentak.
Akankah Ayla akhirnya menemukan cahayanya?
Tokoh Utama
Ayla Larasati
#1
Chapter 1- Kabut pagi dan Suara ejekan
#2
Chapter 2 - Siang panas dan Rupiah pertama
#3
Chapter 3 - Senja dan Napas yang berat
#4
Chapter 4 - Pagi yang menyesakkan
#5
Chapter 5 - Diantara panas dan sesak
#6
Chapter 6- Sesak yang tak pernah pergi
#7
Chapter 7- Pagi yang membeku
#8
Chapter 8- Ketakutan yang Menyelinap
#9
Chapter 9 - Penghasilan online kedua
#10
Chapter 10 - Padi yang tak pernah jadi nasi
#11
Chapter 11 - Hari pertama susu kedelai Ayla
#12
Chapter 12 Yang kuat Tampa suara
#13
Chapter 13 - Tenang tak selalu Kuat
#14
Chapter 14 - Yang tak pernah Di rencanakan
#15
Chapter 15 - Satu hari yang menentukan
#16
Chapter 16 - Sakit yang menyusup Diam- diam
#17
Chapter 17 - Antara harapan dan Telepon misterius
#18
Chapter 18 - Guncangan di pagi hari
#19
Chapter 19 - Siang yang Mengusik Takdir
#20
Chapter 20 - Air mata yang tak Terlihat
#21
Chapter 21- Antara Menantu dan Mertua
#22
Chapter 22- Surat pindah dan Tanggung jawab
#23
Chapter 23 - Lima ratus ribu dan Sebuah kabar
#24
Chapter 24 - Janji ayla untuk ibu
#25
Chapter 25 - Tangis di Ujung Telpon
#26
Chapter 26 - Demi menjenguk Ka Riyan
#27
Chapter 27 - Kabar dari Jakarta
#28
Chapter 28- Perjalanan tergesa menuju Jakarta
#29
Chapter 29 - Malam yang penuh cemas
#30
Chapter 30 - Doa diantara Harap dan Cemas
#31
Chapter 31 - Kabar baik di Tengah penantian
#32
Chapter 32 - Kritis di ICU
#33
Chapter 33 - Belum waktunya pergi
#34
Chapter 34 - Lega yang Tertunda
#35
Chapter 35 - Saat keluarga di Uji
#36
Chapter 36 - Harapan di Tengah Lelah
#37
Chapter 37 - Tanggung jawab yang Terbagi
#38
Chapter 38 - Pulang di bawah langit gelap
#39
Chapter 39 - Panen,Bisik, dan Sebuah cerita
#40
Chapter 40 - Gabah yang di jemur, Luka yang di pendam
#41
Chapter 41 - Hangat yang tak lama
#42
Chapter 42 - Beban yang datang pagi itu
#43
Chapter 43 - Harapan Enam puluh ribu
#44
Chapter 44 - Dari Dapur kecil, Harapan di mulai
#45
Chapter 45 - Hari yang tetap berjalan
#46
Chapter 46 - Singkong di Tengah Badai
#47
Chapter 47 - Saat harus melepaskan
#48
Chapter 48- Diantara lamaran dan impian
#49
Chapter 49 - Jalan yang tak terduga
#50
Chapter 50 - Langkah Pertama di Kota
#51
Chapter 51 - Gajih pertama untuk Orang Tua
#52
Chapter 52 - Buah dari kesabaran
#53
Chapter 53 - Mimpi yang menjadi Nyata
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
21
Dibaca
6k
Tentang Penulis
Ririn Nuraeni
-
Bergabung sejak 2025-01-05
Telah diikuti oleh 54 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 246,574 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Tuhan, Boleh Ya, Aku Tidur Nggak Bangun Lagi?
Athar Farha
Novel
Cahaya yang Tertunda
Ririn Nuraeni
Novel
Host For Your Love
Senja Ariesti
Novel
612 Hours
Dya
Novel
Home Sweet Home
diannafi
Flash
Time Alone
DMRamdhan
Novel
Unperfect Marriage
Elisabet Erlias Purba
Skrip Film
Sanubari (Script)
Imajiner
Flash
Gadis Yang Tak Bisa Menangis
Yan Arya
Novel
Putih Yang Menyamar Hitam
Senna Simbolon
Novel
Janji Sepasang Cincin ~Novel~
Herman Siem
Novel
Sepatu Baja
Ariq Ramadhan N.
Novel
Menjelang Magrib
Heri Winarko
Cerpen
Bahagia kecuali Aku
Willia Mangun Putr
Novel
18 Hours
Cho Sheila
Rekomendasi