Dialog Maghrib dan Isya

Mita duduk berurai air mata di masjid yang berada di lingkungan rumah sakit. Dia menangis dalam diam di antara waktu maghrib dan isya.

“Oh Maghrib, apa gerangan masalah hamba Allah itu?” Tanya Isya yang baru muncul batang hidungnya.

“Entahlah.” Maghrib mengeleng. “Yang jelas dia baru datang menemui Yang Maha Kuasa saat rasa depresi sudah menghujam logikanya tanpa ampun."

Muadzin bergerak menuju mimbar melirik kearah jam yang bergerak tiba menuju waktu isya.

5 disukai 2 komentar 3.2K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@oliphianacubbytaa : Siap. Entar disampaikan ke Mitanya. Hehehhee....
Deep, Nice ❤
Mita, jangan lupa mengqadha Maghrib yang terlewat, hehe 😄
Saran Flash Fiction