ADZAN

Allahu Akbar… Allahu Akbar…

Telinga Fai mendengar suara merdu kumandang adzan. Dia berteriak histeris. Dia benci suara adzan yang dulunya pernah sangat dia cintai.

“Kita punya kewajiban mengajarkan ke anak-anak kita untuk sholat.” Kata Ibu pada Ayah saat kedua duduk santai di teras.

Ayah menganggukkan kepalanya. “Itu sebabnya aku selalu adzan, supaya mereka tahu itu bukan hanya ajaran tapi juga tindakan.”

Fai kembali berteriak. Kata-kata itu kembali mengalun di dalam pikirannya. Dia benci suara adzan yang menjadi suara terakhir yang dia dengar dari ayahnya.

14 disukai 4 komentar 3.1K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@alwindara : Gimana rasanya baca adzan sambil dengarin adzan yang asli?
Kebetulan baca ini pas lagi dengerin adzan juga
@mileyannhasneni : Hmm...😁
jadi ayahnya meninggal Pas adzan ya?
Saran Flash Fiction