Hujan Rintik-Rintik

Kala hujan rintik-rintik, Aku berlarian seperti anak kecil. Sungguh riang aku menadahkan tangan ku, sambil berlarian kecil ku tangkapi butiran air rahmat itu, Hujan. 

Hujan sore itu cukup banyak. Cukup membuat pakaian yang ku kenakan basah, tas ku basah, tapi tidak dengan buku-buku ku. Sebelum bermain hujan. Aku selamatkan terlebih dahulu buku-buku ku. Ku bungkus dengan plastik besar di dalam tas ransel ku. Buku ku aman. 

Kata Ibu "In sekarang musim hujan. Jangan kau basahkan buku-buku mu". Aku merengek bagai anak kecil. "Yah Ibu. Iin kan suka hujan-hujanan. Kalau hujan-hujanan pasti basah semuanya bu, buku, tas, baju Iin juga ikut basah". 

Ibu ku bilang lagi. "Bungkus dengan plastik buku mu, tas dan baju mu biarkan basah, Ibu bisa mencucinya. Asal jangan buku mu Yang basah. Nanti cepat rusak". 

Aku kegirangan mendengar jawaban dari Ibu kala itu. 

Aku tak perlu menjemur buku ku dengan kipas angin, menjemur buku di belakang kulkas atau bahkan di setrika.

Setiap musim hujan tiba aku selalu menyiapkan plastik besar untuk membungkus buku-buku ku. Bukan payung lipat. Tapi plastik biru besar pemberian Ibu ku. 

Kata Ibu "Buku itu sumber ilmu. Kamu harus jaga Dan rawat dengan baik. Jangan sampai rusak dan tergeletak" 

Ibu. Hujan rintik-rintik ini selalu membuat ku rindu dengan mu bu. 

"Ibu apa kabar?

"Bagaimana kabar Ibu? 

"Iin di sini baik-baik aja ko bu". 

"Iin selalu makan teratur, Iin jarang begadang. Kalau bukan ulangan harian atau semesteran".

"Ibu. Iin kangen. Semoga Ibu di sana dalam keadaan baik-baik saja. Dalam lindungan - Nya". 

"Ibu. Iin selalu doakan Ibu dalam sholat Iin". 

"Ibu, tahu tidak. Insyallah Iin sebentar lagi mengikuti jejak Ibu. Iin ingin menjadi guru yang baik seperti Ibu. Ibu, tak lama lagi iin akan di wisuda, iin berharap, iin bisa menjadi guru seperti ibu. Iin ingin sekali Ibu ada di sisi iin. Tapi sayangnya Ibu telah tiada 4 tahun yang lalu". 

"Ibu, iin sayang Ibu. Ibu, iin kangen ibu". 

Butir air mata ku selalu mengalir saat rintik hujan. Aku rindu Ibu. Hujan rintik-rintik bukan saja membasahi ku, sepatu ku, tas ku, baju ku. tapi juga ke hati ku. 

Setiap hujan turun aku ingat Ibu ku. Hujan bagaikan Ibu ku. Aku merasakan pelukan hangat Ibu ku dalam dinginnya rintik hujan. Ibu ku yang penuh kehangatan mendekap ku lewat rintik hujan. Butiran tetes air hujan. Bagaikan senyuman ibu ku yang meneduhkan.

Tangisan ku menyatu dengan rintik hujan. Rindu ku dan Doa ku tersampaikan lewat rintik hujan.

16 disukai 726 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction