Pengawal Putri

Sejak dia jadi pengawalku, aku sering tertawa.

Gracia seorang putri bangsawan. Gracia mudah terkena sakit, maka dari itu orangtuanya memberi perhatian khusus.

Dari makanan dan lingkungan.

Gracia tidak bisa berteman dengan sebayanya. Setiap tugas Gracia mengerjakan sendiri atas pinta orangtuanya pada sekolah.

Gracia tidak boleh ikut acara piknik sekolah.

Sampai Gracia dewasa, orangtuanya memperkerjakan seorang pengawal.

Namanya Andrew.

Andrew seumuran dengan Gracia. Gracia tau dari profil Andrew dilamaran.

Andrew mengawal Gracia kemana-mana.

Ketempat kerja, belanja, makan dan dipertemuan penting.

Gracia belum mendengar suara Andrew sejak Andrew bekerja dengannya.

Dikesempatan ini Gracia mengajak Andrew bicara di restoran.

"Duduklah," tawar Gracia.

"Saya tidak bisa, nona," ujar Andrew.

"Kalau kau tidak duduk, akan terlihat memalukan untukku jika mereka tau aku dikawal seperti bocah."

Ragu-ragu Andrew duduk di depan Gracia.

"Kalau orangtuaku lihat kamu duduk di denganku, mereka pasti memarahimu," goda Gracia.

Andrew sontak berdiri tegak.

Gracia tertawa, "Aku bercanda, orangtuaku tidak seperti itu,"

Perasaan Andrew tak karuan. Dia salah tingkah.

"Duduklah, makan," perintah Gracia.

"Tapi," ujar sungkan Andrew.

"Ey, duduk," paksa Gracia lalu Andrew menurut.

Saat itu Gracia tau bahwa Andrew orang yang baik, mudah dikerjain, kaku dan polos.

Gracia sering membuat Andrew kalang kabut.

"Antar aku ke pantai, aku pingin ke sana."

"Tapi nona hari ini ada jadwal dengan teman anda di kantor."

"Antar aku ke pantai," Gracia memasang wajah sedih palsunya.

"Ba-baiklah... " Andrew mengantarnya ke pantai.

Saat acara bakti sosial, Gracia meminta tolong Andrew bermain dengan anak-anak panti selama Gracia dan yang lain memasak.

Anak-anak itu berebut untuk menaiki Andrew.

"Sekarang gantian aku yang naik kuda!" amuk si bocah.

"Aku belum!" bela anak lainnya.

Andrew melerai.

"Kalian naik berdua, Harry yang menyetir dan Tom yang memanah." ujar Andrew.

Mereka berdua berdamai dan menunggang kuda, alias Andrew.

"Ayo ngebut kuda!" seru Harry. Andrew merangkak lebih cepat. Gracia tertawa puas melihat Andrew menderita.

Waktu hujan diperkotaan Andrew lupa membawa payung. Alhasil Andrew membuka jasnya lalu memberikan ke Gracia sebagai payung.

Andrew menggenggam pergelangan tangan Gracia.

Gracia tertawa.

Dia kehujanan dan berlari di bawah hujan karena Andrew.

Hari yang menyenangkan walaupun terasa lepek, basah dan dingin.

Gracia menikmatinya karena pertama kali dia kehujanan.

"Dasar pelupa," ejek Gracia pada Andrew.

"Maafkan saya nona," sahut Andrew yang menuntun Gracia menuju mobil.

Andrew basah kuyup.

Melihat kecerobohan yang menurut Gracia terlihat lucu. Gracia pun menggenggam tangan Andrew.

"Nona," panggil Andrew, kini mereka bergandengan tangan dan berlari bersama.

"Ayo cepat larinya," ujar Gracia tertawa.

Gracia tak menyangka punya pengawal seperti Andrew akan terasa menyenangkan.

2 disukai 812 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction