A Little Thing You Do

Sudah 2 tahun kita berpacaran.

Dan kau masih sama.

Niko, pacarku, tinggi, penuh kasih sayang, manis, rajin menabung, sopan dan menolong.

Aku kira perlakuanmu hanya akan bertahan selama kita 'PDKT alias pendekatan'.

Ternyata perlakuanmu bertahan sampai sekarang.

Ketika aku mengamuk seperti macan gila, kau tetap disamping, memasang muka melas.

"Ah, bete!" ujarku yang tengkurap di sofa.

"Maaf telat, tadi si Kevin pinjem motor, katanya beli gas buat stok kost. Eh, malah buat main sama ceweknya."

"Bete, ngeselin, aku nggak mau pergi. Batal, batal!" aku merajuk.

Niko mengelus rambutku.

"Jangan pegang-pegang mas!"

Niko langsung nurut. Aku masuk ke kamar dan tidur.

Bangun-bangun aku melihat Boba di meja. Aku tau itu dari Niko. Aku minum Boba lalu lupa marah kenapa.

Keesokan hari Niko mengajakku makan. Dia membantuku memakai helm sampai menguncikan.

Aku suka sekali, walaupun cuma dipakaikan helm!

Waktu aku mau minum, Niko membukakan tutup minum. Setiap aku membeli minuman, Niko tanpa diminta langsung buka tutupnya.

Aku suka sekali perhatian kecil dia, walaupun CUMA membuka tutup.

Ketika aku membawa barang berat, Niko langsung membawakan barang itu.

Waktu mau masuk ke restoran, supermarket, toko, mall, Niko langsung bukain pintu dan menahan pintu itu sampai aku masuk.

Ketika jalan bersama temen-temen, Niko berjalan di depan, ia tidak mau berjalan di belakang cewek.

Niko bener-bener gentleman.

Ketika ada temanku yang sedang pindahan Niko membawa jajanan untuk kami.

Niko selalu membuat orang lain nyaman disekitarnya. Orang tua pun dengan mudah Niko ajak bicara, topik apapun Niko nyambung. Niko seperti duta pemuda.

Aku menatap Niko. Tangan kami bergandengan.

Tiba-tiba Niko berhenti, lalu menali sepatuku.

"Niko~" panggilku.

"Sebentar lagi selesai." selesai mengikat Niko kembali menggenggam tanganku.

"Jangan bosen sama aku, sekali pun aku galak."

"Galak, gapapa, yang penting nggak egois." Niko tersenyum, dan senyumannya bikin meleleh.

"Alhamdulillah, ya Allah, aku punya pacar romantis kayak oppa-oppa Korea! Allahuakbar!"

Niko tertawa terbahak-bahak.

3 disukai 1K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction