Gagal

Aku sedang berkeliling di kota yang cukup padat penduduk. Seperti biasa aku membawa catatan yang menjadi peganganku. Catatan yang berisi nama – nama. Untuk kali ini, aku ditugaskan mencari dia yang namanya berada di kolom hari ini. Bukanlah hal yang sulit bagiku menemukan orang tersebut.

Ketika aku sedang berjalan santai, sebuah bus berada di depanku. Hanya dengan melihat sekilas bus itu, aku tahu. Tampaknya dia yang kucari berada di bus tersebut. Dengan cepat aku putuskan untuk masuk ke bus. Dan memang benar, dia berada di sana.

Akupun duduk di salah satu kursi kosong di bagian belakang, sambil terus memperhatikan dia yang berada di depanku. Aku menunggu waktu yang tepat untuk menghampirinya. Bus mulai melaju. Seperti yang kuduga, sopir bus melajukan kendaraannya dengan sangat cepat. Inilah waktunya aku menghampirinya. Apa yang bisa membantuku saat ini adalah emosi.

Tapi sayang, ketika aku hendak menghampirinya, lagi – lagi malaikat itu mengangguku. Namun, rencanaku tetap berjalan seperti seharusnya. Sopir bus mengambil jalur berlawanan arah untuk mendahului kendaraan di depannya. Tanpa si sopir tahu bahwa ada bus lain di jalur berlawanan siap menghadangnya dengan kecepatan yang sama.

Malaikat itu berteriak menyuruhku untuk menghentikan rencanaku. Kedua bus saling adu banteng, namun karena perintah malaikat itu, aku menghentikan efek selanjutnya. Kecelakaan pun tidak jadi memakan korban jiwa.

Sebelum pergi, malaikat itu berkata kepadaku bahwa dia yang ada di catatanku masih diberi kesempatan untuk hidup. Entah apa kali ini aku gagal menjalankan tugasku atau tidak. Yang pasti, nama dia saat ini masih berada di catatanku dan belum terhapus.

3 disukai 1 komentar 978 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
cool
Saran Flash Fiction