LAKNAT : CURSED ONES (SHOWCASE)

TAHUN 1999

Badai hujan dan petir serta angin kencang menghantam kedalaman hutan malam itu. Di dalam rumah tua bekas penambang kayu, terpandang, seorang Dukun perempuan gila, menyembah di bawah patung SATAN berkepala kambing dalam ruangan kotor penuh bercak darah. Dukun itu mengucapkan mantra di depan wanita hamil yang terkapar di atas meja yang berdarah-darah. Wanita itu terus menjerit kesakitan. Tangan dan kakinya di borgol, perutnya membesar ingin segera melahirkan.

Di luar, sekelompok lelaki telah sampai di halaman depan rumah tua itu membawa senjata.

“Juragan! Itu rumahnya!” sergah seorang lelaki.

Sampai di depan rumah itu, Sang Juragan terkejut, melihat istrinya di borgol di atas meja dengan perut yang membesar.

“Anna!” ucap lirih nama istrinya. 

Mereka mencoba menerobos masuk tapi, tak bisa. Seakan rumah itu dilindungi oleh sesuatu.

“Bangsat kau Dukun anjing!” teriak ketusnya.

Perlahan Dukun itu berdiri dengan telanjang bulat tanpa sehelai kain pun di tubuhnya. Rambutnya terurai sampai atas pantat tapi, seluruh tubuhnya dilumuri darah binatang. Ia naik di atas meja, meringkuk di depan kedua kaki Anna yang mengangah. Tangan dukun itu menusuk ke dalam selangkangan, Anna. Jarinya meremuk paksa menggenggam keluar bayi yang masih ada dalam kandungan. Darah kental muncrat menjeprat di kedua pahanya. Anna mengerang rasa sakit luar biasa.

Sesaat suara tangisan bayi terdengar di tangan Dukun itu yang berdarah-darah. Anna terbaring lemah tak berdaya, darah mengucur kental dari selangkangannya. Dan ternyata bayi yang dikandungnya ada dua. Segera si Dukun itu melepaskan bayi satunya kemudian merobek paksa perut Anna dengan pisau. Dukun itu mulai bermain dengan jarinya mengeluarkan bayi yang satu di dalam perut Anna dengan kasar. Mulutnya mulai mencuarkan darah kental, ususnya di koyak keluar dan ia pun meregang nyawa sambil memandang suaminya menangis. Sang Juragan berusaha keras untuk bisa masuk menolongnya tapi sudah terlambat.

Sesaat, hujan mendadak berhenti. Dukun sinting itu keluar dari dalam menunjukkan wajahnya yang menakutkan, telanjang bulat dan bergelimang darah.

“Keparat kau bangsat! Bunuh dia!” perintah sang juragan dengan emosinya yang meledak-ledak.

Anak buahnya langsung menyerang Dukun itu. Naasnya, mereka dihabisi dengan brutal oleh Dukun itu. Tinggal Sang Juragan yang tersisa. Ia mengokang senapannya (Shotgun) kemudian menembaknya membabi buta. Namun, Dukun itu tidak terluka sedikitpun. Dengan cepat Dukun itu mencekik lehernya dan mengangkat tubuhnya. Tiba-tiba saja seorang wanita muncul dengan napas terengah-engah, menggenggam senter.

“Lepaskan!” teriaknya, “tolong... jangan bunuh dia!” memohon dengan wajah tegang dan tubuh gemetaran.

Dukun itu menyeringai sesaat lalu mencabut jantung sang juragan dengan tangannya. Wanita itu hanya bisa menutup mata sembari sang Juragan mati mengenaskan. Setelah menghabisinya, Dukun itu kembali ke dalam. Mayat-mayat tercabik-cabik bergelimpangan di depan wanita itu. Tak lama kemudian, Dukun itu keluar membawa seorang bayi. Ia menghampirinya, membeliak dan berkata;

 “Aku tidak akan mengambil keduanya. Kusisakan satu untukmu.”

Dukun itu tertawa lalu pergi menghilang di kegelapan diiringi tawanya yang sadis. Wanita itu segera menuju ke dalam untuk membuktikan perkataan Dukun itu. Ia terkejut, ternyata Dukun itu tidak berbohong. Ia menggendong bayi itu dan membawanya keluar. Namun, mendadak kedua matanya berkedip cepat. Ia segera memacu langkahnya, membawa bayi malang itu seraya matanya mulai mengeluarkan darah, mengacaukan penglihatannya.

26 disukai 51 komentar 2.7K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@christinnatalia : Thankyu, kak sudah mampir🙏🙏😊
Flash Fiction bernuansa horor dari luar negeri.
@wahyusardaya : Thankyu Kak, udah mampir😊 benar, cerita ini memang terinspirasi dari film The Wailling Korea. 😊 Cmn aku beri ramuan2 indo2 nya😁 thanks🙏🙏
Plot yang unik, beda dari cerita horor saya singgahi. Yang ini beda kayak 'The Wailling korea' tapi berbumbu Indo. Salut👍
@alwindara : 😏
Malah ngakak pas nganjingnganjingin dukunnyavwkwkk
@lirinkw : Memang ngeri Kak.😁😁 Aku aja gak berani baca lagi, tinggal balas komentarnya saja.😅 Yah mungkin ini porsi saya, Kak. Thankyu🙏🙏😊
Ngeri banget 😭😭😱😱
@zenera : Itulah Kak, kenapa dicover ada tulisan "SHOWCASE"😊 itu berupa "Pinch Point" Atau sekedar "Demo" Kak. Sengaja eningnya aku buat kayak di Game Demo, gak ketebak akhirnya bagaimana. Yah seperti itulah kak. Thankyou🙏🙏😊
@dilan10 : Thanks banget Kak. Mudah2an. Makasih untuk dukungannya🙏🙏😊
Saran Flash Fiction