Disukai
0
Dilihat
48
Senja yang tenggelam, rindu yang kembali.
Drama
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Semenjak kamu diam.

Di awali pagi itu, pagi tampak berduka selaras nuansa jalanan pagi yang hampa. Angin membawa dingin yang mengigit, seperti rindu yang ditinggalkan, sendu dan kosong.

Akibat langit yang sedang merajuk, yang sejak semalam mencurahkan seluruh tangis berupa hujan.

Aku mengalah pada waktu, tetapi selalu ingin menang tentang hati mu. Kita sama-sama tahu, juga sama-sama berpura-pura sama-sama tidak pernah tahu. Tentang perasaan satu sama lain.

Untuk kesalahan yang tidak sengaja aku lakukan di tahun itu, aku berharap untuk kembali pada kejadian itu agar bisa merubah sedikit alur dan membuat akhir dari kita tidak lagi menjadi asing.

Aku mungkin terlalu banyak memilih atau mungkin terlalu pandai berpura-pura. Namun dengan kesadaran penuh ku akui bahwa aku hanya peduli ego ku.

Aku terlalu sibuk dengan perasaan ditinggalkan, sehingga aku mau menahan semua yang ku miliki disini, begitu juga kau. Namun p...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi