Disukai
0
Dilihat
43
Riana
Self Improvement
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Kota Luar sore itu menangis, hujan menggenangi permukaan aspal. Kopi-kopi di meja kafe mendingin tak kunjung diminum. Warna-warni payung menghiasi jalan trotoar. Jas-jas hujan berkeliaran melawan arus hujan. Remang cahaya membias pada butiran air, yang membuat senja tampak elegan. Sayangnya hujan tak lagi menyimpan kerinduan dalam bola mata bocah-bocah. Semua manusia meringkuk di bawah naungan atap, kecuali mereka yang sengaja memadati jalanan untuk pulang. Punggung-punggung berbalik. Nuansa yang manis di tepian jembatan kota menjadi hal yang paling dirindukan, saat sepasang pemuda saling sandar membicarakan kesemuan masa depan. Hari itu, hujan membawa kabar duka bagi sebuah kota, meluluhlantahkan gedung dan bangunan-bangunan tua, menyapu bersih orang-orang yang ada di pusar jalan, meleburkan pasar dan pusat perbelanjaan. Gagang payung lepas dari genggaman tuannya. Cangkir-cangkir kopi pecah, seiring dengan ambruknya kafe yang menaungi. Waiters-waiters kalang-kabut, tunggang-langgang mencari pegangan agar...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Rekomendasi