Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Bagi Evan, hidup adalah tentang bagaimana cara bertahan di tengah hantaman badai yang tak kunjung usai. Dari kerasnya debu proyek hingga sunyinya kebun sawit di pelosok Kalimantan, ia melangkah membawa luka kehilangan yang ia simpan rapat di balik senyum tipisnya.
Di sana, di antara barisan pohon sawit, ia sempat menitipkan hatinya pada sebuah "kode telepon". Sebuah rasa yang tumbuh diam-diam, namun harus berakhir sebagai cinta yang semu. Sebatas kekaguman yang tak pernah bisa ia miliki seutuhnya.
Kini, Evan mendarat di sebuah ruko kecil di tepian sungai Cilacap. Di balik kepulan uap kaldu bakso milik Mas Hari, ia mencoba membangun kembali puing-puing hatinya.
Ditemani riuh rendah "ormas berbulu" dan tarian ikan-ikan kecil di halaman belakang, Evan menyadari satu hal. Bahwa ketenangan hati adalah kemewahan yang paling mahal harganya.
Namun, saat ia mulai mengunci rapat dinding hatinya, sebuah senyum dari seorang pelanggan datang menguji profesionalismenya. Akankah Evan kembali membuka pintu yang telah ia gembok rapat, ataukah ia tetap memilih berjalan sendirian bersama hobi dan kenangan yang takkan pernah sirna?
"Karena kekeluargaan tak melulu soal darah, dan kebahagiaan tak selalu soal memiliki."
Di sana, di antara barisan pohon sawit, ia sempat menitipkan hatinya pada sebuah "kode telepon". Sebuah rasa yang tumbuh diam-diam, namun harus berakhir sebagai cinta yang semu. Sebatas kekaguman yang tak pernah bisa ia miliki seutuhnya.
Kini, Evan mendarat di sebuah ruko kecil di tepian sungai Cilacap. Di balik kepulan uap kaldu bakso milik Mas Hari, ia mencoba membangun kembali puing-puing hatinya.
Ditemani riuh rendah "ormas berbulu" dan tarian ikan-ikan kecil di halaman belakang, Evan menyadari satu hal. Bahwa ketenangan hati adalah kemewahan yang paling mahal harganya.
Namun, saat ia mulai mengunci rapat dinding hatinya, sebuah senyum dari seorang pelanggan datang menguji profesionalismenya. Akankah Evan kembali membuka pintu yang telah ia gembok rapat, ataukah ia tetap memilih berjalan sendirian bersama hobi dan kenangan yang takkan pernah sirna?
"Karena kekeluargaan tak melulu soal darah, dan kebahagiaan tak selalu soal memiliki."
Tokoh Utama
Evan
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
35
Tentang Penulis
Bang Jay
-
Bergabung sejak 2025-05-06
Telah diikuti oleh 72 pengguna
Sudah memublikasikan 37 karya
Menulis lebih dari 35,968 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi
Novel
Bronze
Sebuah Perjalanan : Antara Hobi dan Cinta yang Semu
Bang Jay
Cerpen
Bronze
ADAB & PERSAHABATAN : Di Antara Darah Dan Kehormatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Dibalik Gemerlapnya Lampu Konser_ Cinta Masa Lalu
Bang Jay
Novel
Antara mesin produksi dan hati yang remuk
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Penjaga Hutan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Pohon Beringin Saksi Bisu
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kenakalan Masa Remaja
Bang Jay
Cerpen
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
Bang Jay
Novel
Bronze
Warisan Oren
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Misteri Raja Ampat
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Antara Gurami Bakar dan Kerangka Terios
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Cinta di Ujung Aspal
Bang Jay
Novel
Bronze
Dari Kuli turun ke Hati
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kisah Kasih di Lapak Ayam Potong
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Bakso dan Basa-basi: juru cuci mangkuk yang mendadak panik
Bang Jay