Disukai
0
Dilihat
259
PEREMPUAN HISTERIS MENJELANG UBUD
Drama

CATATAN: Semua nama tokoh, tempat, dan peristiwa di novel ini adalah semata fiksi. Tidak ada maksud apapun untuk mendiskreditkan pihak tertentu. Kesamaan dengan dunia nyata adalah kebetulan belaka.

===

“Aku perlu liburan”.

“Aku juga”.

“Ayo jalan-jalan!”

“Yayy!”

Sorakan si kecil itu sontak menyengat semua yang hadir di meja makan. Detik berikutnya mereka dengan bergairah melontarkan berbagai pendapat tentang berlibur.

“Kita ke Aussie yuk!” kata Mike, si sulung, seorang gadis berusia 12 tahunan.

“Wah, mahal,” sergah ayahnya, Prakoso. “Ayah ndak punya uang.”

“Belum punya,” ralat Ningsih, istrinya. “Kita ke Thailand saja. Katanya mau lihat pantai Pattaya?”

“Wah, Thailand mah panas!” sahut Lilik, adik iparnya. “Kita ke Bali saja. Lebih murah dan indah.”

“Yaaay, Baliii!” si kecil bersorak lagi. Bocah laki-laki berusia 3 tahun itu menyoraki apapun yang dilontarkan para dewasa di sekelilingnya. Buat dia, apapun yang bersemangat pantas disoraki.

Keluarga kecil itu lalu melanjutkan membahas rencana liburan mereka di penghujung musim kemarau itu. Prakoso, sang ayah, merencanakan untuk cuti selama empat hari dari kantornya. Ningsih, sang istri,mendukungnya. Mereka lalu sepakat untuk pergi liburan ke pantai Kuta di Bali. Namun Lilik, adik Prakoso yang rupanya sudah sering ke pantai itu, mengusulkan tempat yang lebih tenang. ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi