Tak ada hal yang paling kurindukan di dunia ini, selain rindu kepada diriku yang dulu. Diriku yang bebas, tertawa lepas dan punya banyak mimpi. Namun, sialnya rindu itu tak pernah ada obatnya.
Dulu aku mengira cinta itu selalu indah, seperti pelangi yang memancarkan warna karena perbedaan. Aku lupa, pelangi hanya muncul setelah hujan dan tidak bertahan lama. Hingga akhirnya, aku merasakan betapa hampanya penjara tanpa jeruji. Duniaku berhenti semenjak statusku berubah menjadi seorang istri.
Status dan peran yang mungkin diimpikan oleh banyak wanita, tetapi bagiku tak lebih dari anak panah yang mematahkan sayap-sayapku, menahanku agar tak dapat lagi terbang. Impian yang dulu ada kini hanya sebatas mimpi. Keinginan yang dulu menggebu, kini hanya menjadi angan.
Aku merasa putus asa dan hilang arah, semua jalan terasa buntu. Luka-luka itu membayangi setiap langkahku, meneror di setiap kesendirianku. Kata-kata tajam yang pernah kuterima terus menikam hati ketika otak memutar ulang adegan yang sama, membuat hidupku dibayangi ketakutan.
Aku menghela napas berat menekan sesak yang menghimpit dada. Di luar, langit tampak indah dengan cahaya jingga lembut yang menyelimuti. Perlahan, perasaanku mulai terasa lebih tenang, aku membiarkan diri tenggelam dalam keindahan itu, sebelum akhirnya sebuah suara mengakh...