Disukai
1
Dilihat
852
Hujan Dan Jejak yang Ditinggalkan
Romantis

Sore itu, angin berembus kencang, awan hitam menggelayut menyelimuti langit kota. Butir-butir air mulai menetes, lalu mengalir deras tanpa henti.

Seira menyipitkan mata menatap air yang turun dari atap halte, dia baru saja pulang dari kantor dan menunggu bus yang mengarah ke rumahnya.

Hawa dingin merambat, menggigit kulitnya. Seira menggigil, memeluk tubuh. Ia sendirian di sana.

Mata gadis itu setia menatap ke ujung jalan dengan sebuah harapan, ia tak sabar segera sampai di rumah.

Cuaca hujan seperti ini ia paling suka duduk di dekat jendela sambil menulis puisi, tak lupa ditemani secangkir teh hangat. Baginya hujan adalah waktu terbaik untuk berimajinasi.

Entah berapa lama, hujan akhirnya r...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi