Disukai
1
Dilihat
5
Kiblat Di Tanah Tak Bertuan
Religi

Dusty Creek, Arizona – 1875.

​Debu merah beterbangan setiap kali angin kering menyapu jalanan utama kota yang seolah sedang menunggu kematiannya sendiri. Di depan The Rusty Spur Saloon, papan kayu berderit memuakkan, senada dengan suasana hati Elias Thorne. Ia duduk di pojok remang kedai, memutar-mutar gelas wiski kelimanya hari itu.

​Elias bukan sekadar koboi. Di balik rompi kulitnya yang kusam, tersemat lencana perak berbentuk bintang: U.S. Marshal. Namun, bintang itu sudah kehilangan kilaunya, sama seperti mata Elias yang cekung dan merah.

​"Marshal, ada kiriman dari pusat," suara barkeeper memecah lamunan Elias. "Seorang tahanan. Katanya dia gila, atau mungkin penyihir. Mereka menemukannya di gurun, bicara pada pasir."

​Elias mendengus, suaranya parau sepert...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Rekomendasi