Disukai
0
Dilihat
3
Goresan Takdir di Jalur Besi
Romantis
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Stasiun Gambir pukul delapan malam selalu menyuguhkan ritme kehidupan yang terburu-buru. Di balik papan jadwal keberangkatan kereta yang berdengung mekanis, ribuan langkah kaki berpacu dengan waktu. Namun, di sudut peron jalur dua, seorang pemuda berdiri dengan postur yang kontras dari keramaian.

Namanya Arya Pratama. Usianya baru menginjak dua puluh lima tahun, usia di mana kebanyakan pemuda masih meraba-raba arah masa depan. Tetapi bagi Arya, masa depannya telah digariskan sejak ia pertama kali bisa mengeja kata "saham". Sebagai pewaris tunggal Pratama Group—sebuah imperium bisnis multinasional yang mencengkeram sektor energi dan properti di nusantara—hidupnya adalah sebuah teater besar. Setiap gerakannya diatur oleh protokoler, setiap senyumnya dihitung sebagai investasi citra, dan setiap orang yang mendekatinya selalu memancarkan aroma kalkulasi keuntungan.

Malam itu, Arya melarikan diri.

Ia menanggalkan kemeja sutra buatan Italia dan jam tangan Pa...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi