Flash Fiction
Disukai
2
Dilihat
5,701
Ibu Kota
Romantis

Kamerad, ibu kota memang mengerikan, tapi juga mengenangkan. Taman-taman kota selalu menawan ketika gedung-gedung tinggi kadang membuatku ketakutan. Tetumbuhan yang dipasang di bibir jalan kini merambat lebat di tengah polusi yang tak bersahabat. Walau begitu, aku menyukainya.

Lampu-lampu jalanan yang terang bagi sebagian pengadu nasib kadang kejam. Semakin hari, ibu kota lagi-lagi semakin tak karuan. Walau begitu, aku selalu merindukan ibu kota karena dalam dekapannya, kamu bersemayam.

Suatu waktu, pernah aku tak ingin menyentuh ibu kota. Tapi bagaimanapun, ibu kota adalah cinta. Kamu adalah cinta yang tak bisa kupalingkan walau sedetik saja kupejamkan mata. Cinta tetaplah cinta, walau tak dikata-kata.

Kamerad, kamu ibu kota, ibu kota adalah cinta.

26 November 2019

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar