Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Tiga kali merajut asa, tiga kali pula takdir merenggutnya dengan cara yang paling telak.
Bagi Fathan, cinta adalah serangkaian ujian yang tak pernah lulus.
Pertama, Jarak meruntuhkan kesetiaannya bersama Nisa, meninggalkan cincin tunangan yang tak pernah sampai di jari.
Kedua, Waktu merampas kehangatannya dengan Varisha, ketika impian ke London menuntut perpisahan yang tak bisa ditawar.
Ketiga, Keadaan menjelma menjadi benteng tak kasat mata saat silsilah keluarga masa lalu menghancurkan hubungannya dengan Chafia.
Terdampar dalam keputusasaan dan kelelahan emosional, Fathan menutup rapat pintu hatinya, mengira hidupnya telah kehabisan jatah bahagia.
Namun semesta punya cara misterius untuk merajut kembali serpihan luka. Di tengah keheningan hidupnya, takdir mempertemukannya kembali dengan Laila Shasmira—teman masa kecil yang kini menjadi seorang ustazah. Tanpa tuntutan duniawi atau bayang-bayang masa lalu, Laila hadir bukan untuk mengubah masa lalunya, melainkan menuntun Fathan pulang pada ketenangan yang selama ini ia cari.
Ketika cinta tak lagi tentang memiliki dengan tergesa, melainkan tentang menemukan dermaga di mana jiwa akhirnya berlabuh.
Bagi Fathan, cinta adalah serangkaian ujian yang tak pernah lulus.
Pertama, Jarak meruntuhkan kesetiaannya bersama Nisa, meninggalkan cincin tunangan yang tak pernah sampai di jari.
Kedua, Waktu merampas kehangatannya dengan Varisha, ketika impian ke London menuntut perpisahan yang tak bisa ditawar.
Ketiga, Keadaan menjelma menjadi benteng tak kasat mata saat silsilah keluarga masa lalu menghancurkan hubungannya dengan Chafia.
Terdampar dalam keputusasaan dan kelelahan emosional, Fathan menutup rapat pintu hatinya, mengira hidupnya telah kehabisan jatah bahagia.
Namun semesta punya cara misterius untuk merajut kembali serpihan luka. Di tengah keheningan hidupnya, takdir mempertemukannya kembali dengan Laila Shasmira—teman masa kecil yang kini menjadi seorang ustazah. Tanpa tuntutan duniawi atau bayang-bayang masa lalu, Laila hadir bukan untuk mengubah masa lalunya, melainkan menuntun Fathan pulang pada ketenangan yang selama ini ia cari.
Ketika cinta tak lagi tentang memiliki dengan tergesa, melainkan tentang menemukan dermaga di mana jiwa akhirnya berlabuh.
Tokoh Utama
Fathan
Nisa
Varisha
Chafia
Laila Shasmira
#1
Perpustakaan Tua dan Sepotong Harapan
#2
Janji di Bawah Pohon Mahoni
#3
Kelulusan dan Perpisahan yang Menyesakkan
#4
Layar Telepon dan Rindu yang Digital
#5
Bekerja dalam Sunyi
#6
Celah yang Tak Terlihat Komunikasi mulai retak
#7
Kebisuan yang Menyakitkan
#8
Kotak Beludru Biru
#9
Persiapan Pertemuan yang Gagal
#10
Retaknya Komunikasi
#11
Pesan yang Mengubah Semesta
#12
Di Atas Rel yang Sama, Arah yang Berbeda
#13
Cincin yang Kehilangan Tuannya
#14
Menutup Pintu, Mengunci Hati
#15
Arsitek Kesendirian
#16
Di Balik Meja Kubikal
#17
Perempuan Bernama Varisha
#18
Benturan Ide di Ruang Rapat
#19
Lembur yang Menghangatkan
#20
Pengakuan di Kedai Kopi Seberang
#21
Ritme yang Seirama
#22
Saling Menopang Ambisi
#23
Rumah Baru di Atas Kertas
#24
Pagi yang Biasa, Berita yang Luar Biasa
#25
Euforia yang Terbelah
#26
Bayang-Bayang Jarak yang Kembali
#27
Diskusi di Bawah Lampu Taman
#28
Lima Tahun yang Terbentang
#29
Kompromi yang Mulai Retak
#30
Malam Penuh Diam
#31
Pilihan Berat di Ujung Batas
#32
Surat Keputusan Terakhir
#33
Kita Selesai, Fathan
#34
Koper yang Pergi, Fathan yang Tertinggal
#35
Pertanyaan pada Langit Kosong
#36
Kelelahan yang Mengakar
#37
Debu Buku dan Hening yang Damai
#38
Pertemuan Tanpa Rencana
#39
Chafia gadis Palembang
#40
Pelabuhan di Tengah Badai
#41
Sederhana dan Tanpa Intrik
#42
Pengenalan yang Hati-Hati
#43
Restu yang Terasa Mudah
#44
Undangan Makan Malam Keluarga
#45
Ambang Pintu Masa Lalu
#46
Wajah di Balik Meja Makan
#47
Hantu Perniagaan Lama
#48
Meja Makan yang Membara
#49
Harga dari Sebuah Nama
#50
Pilihan di Simpang Jalan
#51
Air Mata di Taman Belakang
#52
Maafkan Aku, Fathan
#53
Benteng Keadaan yang Tak Tembus
#54
Berdiri di Bawah Hujan
#55
Keputusasaan yang Sempurna
#56
Mesin Tanpa Jiwa
#57
Undangan yang Dipaksakan
#58
Di Antara Jemaah yang Riya
#59
Suara di Balik Mikrofon
#60
Laila Shasmira
#61
Mata yang Mengenali Luka
#62
Sapaan yang Meruntuhkan Tembok
#63
Cangkir Teh dan Cerita yang Tertunda
#64
Bukan Ceramah, Melainkan Pendengar
#65
Embun di Pagi yang Gersang
#66
Siluet di Layar Ponsel
#67
Benteng Perbedaan Dunia
#68
Undangan Kajian Terbuka
#69
Menghilang dari Peredaran
#70
Teguran yang Menembus Sunyi
#71
Duduk di Barisan Paling Depan
#72
Pengakuan di Bawah Lampu Jalan
#73
Metamorfosis Tanpa Paksaan
#74
Langkah Kecil Menuju Rumah
#75
Bab 75: Pertanyaan di Bawah Senja Pemicu Sore hari di kota Palembang membentangkan panorama langit jingga yang hangat, memantulkan bias cahaya keemasan di atas permukaan air kolam buatan yang tenang di sebuah taman kota yang asri. Di bawah rindangnya pep
#76
Cinta yang Menuntun
#77
Dermaga yang Akhirnya Bernama
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
3
Dibaca
3.3k
Tentang Penulis
Amrullah Ibrahim
Seorang yang suka berpikir imajiner dan suka membaca cerita fiksis
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 33 pengguna
Sudah memublikasikan 115 karya
Menulis lebih dari 7,453,332 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Kekasih Terjauh
Falcon Publishing
Novel
Bening dan Banyu
@Fatamorgana16
Novel
Titik Temu
Amrullah Ibrahim
Skrip Film
Threads of Silence
Dayana Quiins
Novel
Babu Boss
Siska Ambarwati
Novel
JEDA
Indah Leony Suwarno
Cerpen
Kejutan?
Andi Juu
Novel
The Heir
Bentang Pustaka
Novel
Bad Liar (Cinta Sang Mafia)
Imajindah
Novel
Pretty Boy for Sheana
Desy Cichika
Novel
Cinta Teman Masa Kecil
AksaShen
Flash
Kenapa Manusia Suka Drama?
Novenita Marpaung
Novel
Aurat
Delly Purnama Sari
Novel
LUNA
Akhir_Kata
Novel
Kepompong
penulis kacangan
Rekomendasi
Novel
Titik Temu
Amrullah Ibrahim
Novel
Lentera Teratai Tujuh Misteri
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Arkan Ar Rimbai
Amrullah Ibrahim
Novel
Bunga di Taman jiwa
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Lentera di Sudut Hati
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Ketika Cinta
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 9: TERATAI SAKTI DARI SAMUDRA SELATAN
Amrullah Ibrahim
Novel
Pulang ke Pelukan Rumah
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
KEMELUT TERATAI KEMBAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Tit Tak Sempurna
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 3: TERATAI MEKAR DI PUNCAK BROMO
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
SERI 8: KEMELUT TERATAI BIRU
Amrullah Ibrahim
Novel
Denyut Nadi di Rumah Kita
Amrullah Ibrahim
Novel
Dua Sujud Satu Muara
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Pernikahan via Perjodohan
Amrullah Ibrahim