Dijemput Harimau Mulutnya Sendiri
Drama
Immanuel berdiri di depan gedung sebuah pengadilan negeri. Ia mengenakan kemeja putihnya yang setengah kusut. Ada map cokelat di tangan kirinya seperti tidak pernah lepas sedari pagi. Ia mengusap keringat dari pelipisnya, menatap kerumunan wartawan yang masih bertahan di seberang pagar. Mereka menanti, seolah drama hukum adalah tontonan yang tak boleh terlewat setetes pun.
Di balik kacamatanya, mata Immanuel menyimpan lelah. Lelah ini bukan sekadar karena pekerjaan, tapi karena dunia ini, negeri ini, membuatnya te...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp50.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
TIGA GARUDA
Ahmad Junaedi
Cerpen
Dijemput Harimau Mulutnya Sendiri
Nuel Lubis
Novel
One Suku
Lisa
Novel
Talijiwo
Bentang Pustaka
Skrip Film
BERTAUT MIMPI
Fatimah Azzahra Sekar
Skrip Film
Kobar
Riawani Elyta
Flash
Siang Seberang Istana
Aldi Cendikia Nugroho
Flash
Beruang
artabak
Novel
FILANTROPI Putih-Abu
Nada Lingga Afrili
Flash
Saikoro Kokoro No Tomo
Silvarani
Flash
APA SALAH KAMI, MAMA?
Safinatun naja
Skrip Film
Absurd, Abstrak, dan Aling (Script)
KOJI
Flash
Pandemi
Viola khasturi
Novel
Kara Angka & Albert Einstein
ursausang
Skrip Film
Sejak Juni Menjadi Dingin
Ralali Sinaw
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Dijemput Harimau Mulutnya Sendiri
Nuel Lubis
Novel
Sania
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Yakin Bestie-an Saja?
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Samurai Inosuke
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
S2 Aku di Malaysia, untuk Mami
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Cari Cewek Lain Saja
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Lagu yang Sama, tapi Kuncinya Beda
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Degradasinya Santos
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Skripsi oh Skripsi
Nuel Lubis
Novel
Bronze
Isekai Everywhere
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Fabbri y Nina
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Sama-sama Suka, Sama-sama Ragu
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Hoki Sebuah Nama
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Cintai Aku dengan Brutal
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Topeng Sang Pejuang
Nuel Lubis