Disukai
0
Dilihat
6
Diary SMP
Komedi
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Masa SMP bagiku adalah fase transisi paling ajaib. Sebuah gerbang di mana kami berhenti jadi anak-anak penurut dan mulai bertransformasi menjadi remaja yang logikanya sering konslet. Beruntung (atau sialnya), aku bersekolah di salah satu SMP Negeri favorit di Yogyakarta. Sebuah sekolah yang isinya campuran antara calon profesor dan calon penghuni rehabilitasi moral. Tahun 90-an adalah era emas. Belum ada HP, belum ada flexing di Instagram, apalagi hoax grup keluarga. PDKT kami masih sangat primitif: kalau nggak pakai surat wangi yang diselipkan di buku pinjaman, ya, antre di wartel atau telepon koin di pinggir jalan sampai telinga panas. Saking asyiknya menggombal, kami sering tidak sadar ada antrean sepanjang satu kilometer di belakang yang sudah siap melempari kami dengan sandal jepit.

Di sekolah, aku punya partner in crime. Benar-benar in crime, karena hobinya memang melanggar hukum sekolah. Sebut saja Reza. Jangan tertukar dengan nama korban berita kriminal, dia ini laki-laki tulen dengan kacamata minus yang selalu melorot di hidung. Kami berdua adalah penguasa kegelapan di Kelas C. Entah kenapa, dari generasi ke generasi, penghuni Kelas C selalu punya spek istimewa: Istimewa bego dan nakalnya. Kabarnya, sudah banyak guru yang mengajukan pensiun dini karena tekanan batin menghadapi kelakuan kami. Lalu ada Gunawan. Dia ini fosil berjalan. Di saat orang lain bawa tas isi buku paket, dia malah bawa koleksi yang lebih mirip alat peraga zaman Megantrop...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Rekomendasi