Disukai
1
Dilihat
39
Danyang
Horor
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

“Bagaimana ini? Danyang tidak juga datang?” tanya Widi sambil terus menari dan menahan berat mahkota yang terbuat dari pucuk daun pisang kepok di kepalanya.

“Konsentrasi!” jawab Suripto, pemimpin adat suku Osing. Dia mengencangkan ikat kepala dan memberi instruksi pada penabuh gendang untuk memperkuat tenaga. “Kau jangan berhenti menari! Roh leluhur kita tidak suka penarinya banyak bicara.”

Widi menutup wajahnya kembali dengan anyaman daun pisang itu. Dia merentangkan tangan dan mulai berlenggak-lenggok mengikuti irama tetabuhan. Kesal karena kedua kakinya terus saja ditendang Suripto, ia terkulai ke tanah, bangkit lagi, terkulai lagi. Ia menjatuh-jatuhkan dirinya ke hadapan penonton agar mereka percaya bahwa ia sedang kerasukan.

Sebagai salah satu danyang, aku tidak tahan lagi. Widi bukan orang yang kucari untuk kurasuki. Dia terlalu muda untuk mati. Kau tahu, orang yang kerasukan danyang selalu berakhir dengan kematian, menjadi tumbal, agar desa ini terbebas dari marabahaya.

Petang hari, semua penonton tertawa menyaksikan Widi yang selendangnya tersangkut kakinya sendiri sehingga ia terjatuh. Di saat yang sama, aku melihat seorang kakek pemanggul kayu bakar tak terlalu berminat pada pertunjukan seblang itu. Dan kakek itu mengelap air matanya dengan sapu tangan. Mungkin, kakek itu sudah bosan hidup. 

Bulan purnama. Langit berjelaga. Listrik tiba-tiba mati… Aku teringat kejadian mengerikan itu.

Tidak. Tidak ada waktu lagi.

Kakek itu kejang sesaat setelah aku mampir ke tubuhnya. Lewat matanya yang kini berputar ke dalam, aku bisa meyaksikan orang-orang hendak menggotongku. Aku lalu terdiam beberapa detik. Dan tanganku mulai menari. Sebelum pertunjukan dibubarkan, aku lalu terhuyung-huyung membelah kerumunan, ikut menari dan menarik selendang Widi.

Gendang kembali dimainkan meski jalanan gelap gu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Rekomendasi