Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Maria adalah seorang wanita tua yang hanya memiliki sunyi sebagai teman bicaranya. Di dalam rumah yang pengap, ia mengumpulkan boneka porselen untuk menggantikan sosok putrinya yang telah tiada. Boneka-boneka itu duduk rapi di meja makan seolah-olah mereka adalah tamu yang nyata.
"Kalian harus makan agar tidak kedinginan," bisik Maria sambil mengelus pipi mereka yang keras.
Namun kesunyian itu mulai menuntut sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar teh atau kue kering. Lulu, boneka kesayangannya, mulai meminta bagian dari diri Maria untuk tetap terasa hidup. Maria yang didera rindu mulai kehilangan akal sehat dan rela mengiris kulit serta dagingnya sendiri demi memberi makan tamu-tamu kecil itu.
"Ibu, aku ingin hangatmu," suara itu menggema di kepala Maria setiap malam.
Ikuti perjalanan Maria dalam delapan ratus kepingan kisah yang menyayat hati dan mengerikan. Ini bukan sekadar cerita tentang hantu, melainkan tentang cinta yang berubah menjadi kegilaan yang mematikan. Pada akhirnya, perjamuan ini akan menyisakan sebuah meja makan berdarah dan kebenaran yang sangat menyedihkan.
"Kalian harus makan agar tidak kedinginan," bisik Maria sambil mengelus pipi mereka yang keras.
Namun kesunyian itu mulai menuntut sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar teh atau kue kering. Lulu, boneka kesayangannya, mulai meminta bagian dari diri Maria untuk tetap terasa hidup. Maria yang didera rindu mulai kehilangan akal sehat dan rela mengiris kulit serta dagingnya sendiri demi memberi makan tamu-tamu kecil itu.
"Ibu, aku ingin hangatmu," suara itu menggema di kepala Maria setiap malam.
Ikuti perjalanan Maria dalam delapan ratus kepingan kisah yang menyayat hati dan mengerikan. Ini bukan sekadar cerita tentang hantu, melainkan tentang cinta yang berubah menjadi kegilaan yang mematikan. Pada akhirnya, perjamuan ini akan menyisakan sebuah meja makan berdarah dan kebenaran yang sangat menyedihkan.
Tokoh Utama
Baskara Putra
Maria Widowati
#1
Bab 1: Rumah Tanpa Suara
#2
Bab 2: Teh untuk Satu Orang
#3
Bab 3: Kotak di Gudang Atas
#4
Bab 4: Debu yang Menari
#5
Bab 5: Porselen Pertama
#6
Bab 6: Mata yang Mengikuti
#7
Bab 7: Senyum yang Kaku
#8
Bab 8: Ruang Tamu yang Dingin
#9
Bab 9: Nama untuk Dia: Lulu
#10
Bab 10: Rambut Pirang Sintetis
#11
Bab 11: Gaun Renda yang Kusam
#12
Bab 12: Kursi yang Berderit
#13
Bab 13: Perkenalan di Meja Makan
#14
Bab 14: Bisikan di Pukul Dua Pagi
#15
Bab 15: Gelas yang Bergeser
#16
Bab 16: Bukan Angin
#17
Bab 17: Bayangan di Sudut Mata
#18
Bab 18: Mengelap Pipi yang Dingin
#19
Bab 19: Keinginan untuk Bicara
#20
Bab 20: Lemari yang Terkunci
#21
Bab 21: Kunci yang Berkarat
#22
Bab 22: Teman-Teman Baru
#23
Bab 23: Formasi di Atas Meja
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
63
Tentang Penulis
Aprilia Budi Paramita
-
Bergabung sejak 2025-12-30
Telah diikuti oleh 11 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 8,825 kata pada novel
Rekomendasi dari Horor
Novel
Perjamuan Terakhir Boneka Porselen
Aprilia Budi Paramita
Cerpen
Malam Seram di Rumah Baru
Riverside Village
Novel
Diatas Tanah Setan
Herman Sim
Flash
DITEROR MAHKLUK MISTERIUS
Shofiatul hasanah
Novel
Jual Obat Penggugur Asli (Cytotec) WA : 081222292216 Di Surabaya
Sarihusada
Flash
Anak Kecil dibalik lemari
anaibeterbangan
Novel
Ghost Dormitory in Cairo
Mizan Publishing
Cerpen
Diteror 2 Hantu
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Kereta Kuda Bersayap dan Pengikutnya
Wafa Nabila
Komik
REBORN
Aitzuga
Cerpen
Gelang Terakhir
Nabilla Shafira
Cerpen
SINDEN - SINDEN YANG DUDUK DI ATAS BATU
Endah Wahyuningtyas
Novel
AFTER DUSK HAS COME
Tara Abdi
Flash
Payung Hitam
Herman Sim
Novel
Queen of The South Beach
ahmad dicka hudzaifi
Rekomendasi