Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Di sini, di tanah Kutai, telah kurawat satu mimpi sederhana: aku ingin menjadi yang tercepat dalam adu renang! Akan kubuktikan pada ayahku bahwa aku layak dibanggakan. Tapi nenekku, Mak Tuha Duriati, yang usianya hampir seabad masih saja menyebalkan sejak kematian Umma Bungeh. Dia tidak suka aku pergi berenang.
Tulang-tulang Umma masih terkubur di sudut Bengalon. Belum diantarkan ke Lawu Tatau, tempat para roh tidur dengan tenang tanpa diganggu cacing-cacing tanah. Bertahun-tahun, aku menunggu Amme Manturai pulang ke desa untuk upacara kematian Umma. Tetapi, dia selalu sibuk bekerja bersama orang-orang berpangkat itu.
Tak terasa, sejak Amme pergi, di belakang rumah, sudah menganga tanah seperti borok di kaki Mak Tuha. Setiap hari makin lebar, digali dan dikeruk, sebab di dalamnya terkandung batu bara yang mampu menyalakan lampu-lampu di kota dengan satu hentakan jari seperti keajaiban di negeri sihir. Sekarang, borok itu sudah bernanah. Orang-orang di kampungku menyebutnya danau bekas galian.
Di sanalah Agau, adikku, melihat pesut-pesut berlompatan dan aku harus berenang lebih cepat dari arus listrik untuk mengejarnya.
Tulang-tulang Umma masih terkubur di sudut Bengalon. Belum diantarkan ke Lawu Tatau, tempat para roh tidur dengan tenang tanpa diganggu cacing-cacing tanah. Bertahun-tahun, aku menunggu Amme Manturai pulang ke desa untuk upacara kematian Umma. Tetapi, dia selalu sibuk bekerja bersama orang-orang berpangkat itu.
Tak terasa, sejak Amme pergi, di belakang rumah, sudah menganga tanah seperti borok di kaki Mak Tuha. Setiap hari makin lebar, digali dan dikeruk, sebab di dalamnya terkandung batu bara yang mampu menyalakan lampu-lampu di kota dengan satu hentakan jari seperti keajaiban di negeri sihir. Sekarang, borok itu sudah bernanah. Orang-orang di kampungku menyebutnya danau bekas galian.
Di sanalah Agau, adikku, melihat pesut-pesut berlompatan dan aku harus berenang lebih cepat dari arus listrik untuk mengejarnya.
Tokoh Utama
Lamiang
Agau
Mak Tuha
Amme Manturai
#1
Adu Renang
#2
Minyak Bintang dan Bubur Ganepo
#3
Tulang-Tulang yang Belum Pulang
#4
Janin yang Dicerabut
#5
Wesel dari Sanggau
#6
Tiga Cahaya di Daun Waru
#7
Kaos Hijau dan Sepeda Motor
#8
Uang Relokasi
#9
Kampung Kultura
#10
Sapundu
#11
Tujuh Hari Mengantar ke Surga
#12
Suara-Suara Itu Lagi
#13
Bayang di Dinding Bambu
#14
Ning Fatma
#15
Di Antara Tanah yang Menganga
#16
Rombongan Pesut dan Air yang Membakar
#17
Yang Tak Sempat Pulang
#18
Kepala Kerbau
#19
Di Sebelah Sandung Umma
#20
Pesut Terakhir
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
5
Dibaca
213
Tentang Penulis
Kartini F. Astuti
Sedang menulis novel "Ceritakan Semuanya pada Kucing"
Bergabung sejak 2026-06-12
Telah diikuti oleh 82 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 90,844 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Tanah Nganga
Kartini F. Astuti
Novel
Rekata Laila
FAKIHA
Novel
Kumpulan Cerpen Cadis Luz
Cadis Luz
Novel
SANG PELANGI
Suci Yulia
Novel
Tikus-Tikus Dalam Otakku
Rifan Nazhip
Novel
The Dreamer
Rika Kurnia
Novel
ALDRICK.
N. Sabrina Putri
Novel
Icy Miss Right
Momo
Flash
Ketika Para Binatang Tertular Virus Aneh dari Manusia
Eko Triono
Novel
Mencari Jalan Pulang
Nita Roviana
Cerpen
Rain Shower
𝔧 𝔞 𝔫 𝔱 𝔢 .
Cerpen
Membatin
ImaRosyi
Novel
Orang-Orang Bloomington
Noura Publishing
Novel
ALBERT EFFENDI
Nada Lingga Afrili
Novel
Sayang Abang
Rissa Sahara
Rekomendasi