Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Sejak kecil, Luna diajarkan satu kalimat yang terasa seperti perlindungan:
Gak semua harus diceritakan.
Tapi kalimat itu juga adalah rantai ancaman.
Bertahun-tahun kemudian, Luna hidup bersama suami yang mencintainya tanpa syarat, bekerja di kantor yang ramai, dan menyimpan seekor kucing bermata satu bernama Keti. Di permukaan, semuanya baik-baik saja. Di dalam dirinya, ada pintu yang tidak pernah berhasil diketuk siapa pun.
Ketika seorang rekan kerja bernama Raven mengucapkan kalimat yang sama persis dengan yang diajarkan ibunya dulu, sesuatu dalam diri Luna retak. Dan dari retakan itu, mengalir keluar semua yang selama ini ia paksa diam.
Ceritakan Semuanya pada Kucing adalah novel tentang perempuan yang belajar membedakan antara memilih diam dan dipaksa diam. Tentang luka yang diwariskan tanpa sengaja. Tentang orang-orang yang mencintai dengan cara yang salah, dan orang-orang yang menyakiti dengan cara yang terasa seperti cinta.
Dan tentang makhluk-makhluk kecil berbulu yang mendengarkan semuanya tanpa pernah meminta berhenti.
Gak semua harus diceritakan.
Tapi kalimat itu juga adalah rantai ancaman.
Bertahun-tahun kemudian, Luna hidup bersama suami yang mencintainya tanpa syarat, bekerja di kantor yang ramai, dan menyimpan seekor kucing bermata satu bernama Keti. Di permukaan, semuanya baik-baik saja. Di dalam dirinya, ada pintu yang tidak pernah berhasil diketuk siapa pun.
Ketika seorang rekan kerja bernama Raven mengucapkan kalimat yang sama persis dengan yang diajarkan ibunya dulu, sesuatu dalam diri Luna retak. Dan dari retakan itu, mengalir keluar semua yang selama ini ia paksa diam.
Ceritakan Semuanya pada Kucing adalah novel tentang perempuan yang belajar membedakan antara memilih diam dan dipaksa diam. Tentang luka yang diwariskan tanpa sengaja. Tentang orang-orang yang mencintai dengan cara yang salah, dan orang-orang yang menyakiti dengan cara yang terasa seperti cinta.
Dan tentang makhluk-makhluk kecil berbulu yang mendengarkan semuanya tanpa pernah meminta berhenti.
Tokoh Utama
Luna
Bima
Raven
Ayah
Ibu
Pak Wanca
Simba
Zorro
Bu Riaga
#1
[Prolog] Kucing Bermata Satu
#2
Tidak Semua Harus Diceritakan
#3
Perempuan Aneh Bernama Raven
#4
Dia Tidak Pernah Bercerita
#5
Laki-Laki yang Terlalu Sempurna
#6
Rumah dan Tempat Persembunyian
#7
Topeng yang Retak
#8
Pintu yang Tidak Dibuka dari Dalam
#9
Alat Sadap di Kepala
#10
Kalimat Itu Lagi
#11
Tutup Mulut
#12
Kamera yang Mati
#13
Foto-Foto Itu
#14
Teman Pertama yang Setia
#15
Arti Sebuah Kepergian
#16
Memeriksa Pintu
#17
Ikan-Ikan Segar
#18
Pak Wanca
#19
Ruang Tanpa Rahasia
#20
Laki-Laki di Stasiun
#21
Pelanggan Nomor Satu
#22
Dua Orang yang Sama-Sama Takut
#23
Sebelum Ada yang Sempat Pergi
#24
Harimau yang Mengurung Diri
#25
Rumah Besar yang Hangat
#26
Sangkar yang Menatap Balik
#27
Permohonan
#28
Buku Harian
#29
Kamar Mandi
#30
Seragam Polisi
#31
Kekacauan yang Meresahkan
#32
Dua Kebenaran
#33
Sketsa dari Balik Jeruji
#34
Nama-Nama yang Tertulis
#35
Tak Bisa Bicara Apa-Apa
#36
Tak Pernah Ada Liburan
#37
Sejenis Kebahagiaan
#38
Resign
#39
Batas yang Dilanggar
#40
Kalau Tidak Ada ...
#41
Yang Akhirnya Diceritakan
#42
Surat yang Tak Pernah Dibalas
#43
Dia Membawanya Pergi
#44
Yang Tak Bisa Dikirim Balik
#45
Dua Cangkir Kopi
#46
Keranjang Kucing
#47
Keti Berpindah Tangan
#48
Yang Tak Perlu Disimpan Lagi
#49
Napas yang Tinggal
#50
[Epilog] Rumah dan Cerita
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Kak, aku memang belum membaca isi novelmu seperti apa. Tapi, aku sebagai perempuan yang kata orang-orang lebih banyak diamnya dan sulit bercerita. Mungkin akan relate dengan diriku, terlalu banyak memendam hampir semua hal. Bahkan, untuk membangun relationship romantis dengan seseorang aku harus perlu banyak belajar untuk berkomunikasi yang baik seperti apa. Karena terlalu lama membentengi diri dan sulit terbuka ke orang lain. Rasanya di umur 25 ini perlu belajar bahasa bayi, dewasa terlalu rumit untuk dipahami.
Dan, kucing itu hewan menggemaskan yang aku sukai setelah bebek. Walaupun terkadang dia menyebalkan, aku akan tetap menyayanginya.
Terima kasih ya kak, sudah mau berbagi tulisan-tulisan yang indah ini. Semoga aku berkesempatan membacanya langsung jika sudah terbit dalam lembaran paket buku. Doakan aku ya, semoga bisa menjadi perempuan yang berdaya dan berdamai dengan diri sendiri. Rasanya hidup terlalu hampa jika semua hal disimpan sendiri, aku juga ingin berb
Dan, kucing itu hewan menggemaskan yang aku sukai setelah bebek. Walaupun terkadang dia menyebalkan, aku akan tetap menyayanginya.
Terima kasih ya kak, sudah mau berbagi tulisan-tulisan yang indah ini. Semoga aku berkesempatan membacanya langsung jika sudah terbit dalam lembaran paket buku. Doakan aku ya, semoga bisa menjadi perempuan yang berdaya dan berdamai dengan diri sendiri. Rasanya hidup terlalu hampa jika semua hal disimpan sendiri, aku juga ingin berb
Disukai
28
Dibaca
2.7k
Tentang Penulis
Kartini F. Astuti
Sedang menulis novel "Rumah Penghisap Luka"
Bergabung sejak 2026-06-12
Telah diikuti oleh 129 pengguna
Sudah memublikasikan 4 karya
Menulis lebih dari 143,597 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
SUWUNG
Faiq Mufidah
Novel
Ceritakan Semuanya pada Kucing
Kartini F. Astuti
Novel
KAKTUS
L.Biru
Novel
Lentera
silvi budiyanti
Novel
My Sick Twin
En
Novel
Babi Peliharaan Bapak
Hendra Wiguna
Novel
Perempuan Berwajah Duka
Goebahan R
Novel
Lubang di Daster Ibu
Edelmira (Elmira Rahma)
Novel
SISA DOA DI SAKU AYAH
Herman Siem
Skrip Film
Selingkuh yang diakibatkan Stress
Frederic Beslar
Flash
Anosmia
MAkbarD
Skrip Film
MANGATA - Script
Elvira Natali
Skrip Film
MALAM SEBELUM PANGGILAN
Tourtaleslights
Flash
Kapan Nikah : Flash Fiction Spesial Lebaran
Silvarani
Novel
Balada Sepasang Kekasih Gila
Han Gagas
Rekomendasi