Alasan Tuhan!
Slice of Life
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator
Pagi. Gigil adalah sahabat yang malas meninggalkanku di pembaringan. Ayam mulai berkokok . Pukul tiga dini hari, Fajar merayap perlahan. Bintang masih menatap bumi riang. Gumpalan di langit itu menerangkan alam. Sinarnya jatuh berebutan dengan cahaya rembulan yang sok ingin menang sendiri. Langit, biru memayungi temaram.
Kabut lari, takut dengan sepoi angin yang hendak mengusir kemuramannya. Dedaunan bambu di perkampungan menari gembira, okestra yang bersiul terdengar merdu. Embun masih nyenyak di ujung dedaunan. Matanya jernih menangkap hari yang masih samar-samar.
Aku me...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Alasan Tuhan!
Titin Widyawati
Cerpen
Paduka Yang Mulyo
Kiiro Banana
Cerpen
Sesi
Dina prayudha
Cerpen
Kenakalan Masa Remaja
Bang Jay
Cerpen
Sepakbola dan Mimpi
Nur Fathimah Az Zahra Ihsana
Cerpen
Sang Penembus Dua Sisi
Janeeta Mz
Cerpen
Narasi Perempuan
Meilisa Dwi Ervinda
Cerpen
Durakim
Nada Niken Anggraeni
Cerpen
Tak Sampai ke Long Jenew
Rifin Raditya
Cerpen
Memecat Bos
Ravistara
Cerpen
Silenced
Bramanditya
Cerpen
Sofia
Rafael Yanuar
Cerpen
HALTE
Billy Yapananda Samudra
Cerpen
Cugak
Pipo Vernandes
Cerpen
Seperti mati, hidup juga punya banyak alasan
tseasalt
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Alasan Tuhan!
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pindah Chanel
Titin Widyawati
Flash
Bronze
Dunia Tanpa Sapu
Titin Widyawati
Novel
Bronze
Hari-Hari Berat
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Selimut Tidak Pernah Kering
Titin Widyawati
Cerpen
Ditolak
Titin Widyawati
Cerpen
Pria Pencari Pintu Kamar Mandi
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pelanggan Terbaik
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Nasib Ratusan Bumi
Titin Widyawati
Cerpen
Kualat
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Dikejar-kejar Polisi
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Atap
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Suara-suara Aneh
Titin Widyawati
Cerpen
Jarum-Jarum di Dadamu
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pemuda Pemburu Sunyi, Tiga Kucing dan Seekor Kelabang
Titin Widyawati