Kirim izin baca kepada penulis skrip ini?
Blurb
Siapa yang tahu latar belakang orang. Siapa yang tahu apa beban mental yang dibawa orang. Tidak ada yang tahu. Kecuali dirinya sendiri. Siapa yang tahu apa yang akan kita lakukan. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada kita sebentar lagi. Tak ada yang tahu. Bahkan kita sendiri. Kenapa orang tega melakukan hal paling keji, karena ia merasa mampu dan benar.
Premis
Aku membunuhnya demi menyenangkanmu
Pengenalan Tokoh
Seorang tersangka mengakui pembunuhannya langsung setelah interogasi berjalan. Tersangka berkata bahwa ia diminta korban untuk membunuhnya. Dengan itu psikolog mulai bingung dan menganggap tersangka adalah psikopat. Karena tersangka berkata bahwa ia mendapat kebahagiaan setelah membunuh orang.
Psikolog akhirnya meminta bantuan Professor. Professor dengan sabar dan telaten mencoba mencari tahu, apakah tersangka benar-benar psikopat. Ia ragu, beberapa jawaban tersangka menyiratkan kalau ia memang psikopat, namun jawaban lain tidak. intinya ia ragu. Tapi serangan dan pukulan polisi ternyata tidak membuat getir tersangka.
Karena memang mulai membingungkan. Akhirnya polisi menggunakan alat pendteksi kebohongan. Lie Decector. Tersangka ini memang orang yang unik. Dengan kemampuannya, ia mampu membohongi Lie Detector. Tak ada bedanya ketika tersangka bilang iya ataupun tidak dalam satu pertanyaan yang sama.
Setelah itu, polisi berupaya untuk mencari tahu dirinya. Hingga mendatangkan paranormal. Akhirnya paranormal datang. Paranormal itu tidak secara tegas mengatakan apa yang terjadi. Namun hanya lewat tanda-tanda. Intinya ia menyatakan bahwa ada orang baik disekitar sini.
Semakin lama, tersangka semakin tercecar. Jawabannya yang belak-belok dan tidak jelas. Membuat Professor juga berpikir kalau orang ini manipulatif. Psikolog secara tegas mengatakan bahwa ia manipulatif, psikopat, dan machiavelis. Tapi itu coba ditolak oleh Professor. Karena ada sesuatu hal yang meyakinkan dirinya kalau orang ini orang baik.
Hingga ternyata, polisi masuk dan membawa surat yang membaskan tersangka. Tersangka ternyata tak bersalah sama sekali. Ia tak membunuh orang. Ia mengaku membunuh orang karena ia senang jika psikolog itu akan senang. Psikolog itu akan naik jabatan dan reputasinya meningkat. Jadi ia disuruh untuk membunuhnya, bukan oleh korban. Tapi oleh psikolog.
Dengan itu, Professor, psikiater, dan psikolog tertegun sendiri. Tersangka itu akhirnya pergi ke kantor, katanya ada urusan. Hanya dengan jalan kaki dan tidak mau diantar oleh Professor.
Psikolog akhirnya meminta bantuan Professor. Professor dengan sabar dan telaten mencoba mencari tahu, apakah tersangka benar-benar psikopat. Ia ragu, beberapa jawaban tersangka menyiratkan kalau ia memang psikopat, namun jawaban lain tidak. intinya ia ragu. Tapi serangan dan pukulan polisi ternyata tidak membuat getir tersangka.
Karena memang mulai membingungkan. Akhirnya polisi menggunakan alat pendteksi kebohongan. Lie Decector. Tersangka ini memang orang yang unik. Dengan kemampuannya, ia mampu membohongi Lie Detector. Tak ada bedanya ketika tersangka bilang iya ataupun tidak dalam satu pertanyaan yang sama.
Setelah itu, polisi berupaya untuk mencari tahu dirinya. Hingga mendatangkan paranormal. Akhirnya paranormal datang. Paranormal itu tidak secara tegas mengatakan apa yang terjadi. Namun hanya lewat tanda-tanda. Intinya ia menyatakan bahwa ada orang baik disekitar sini.
Semakin lama, tersangka semakin tercecar. Jawabannya yang belak-belok dan tidak jelas. Membuat Professor juga berpikir kalau orang ini manipulatif. Psikolog secara tegas mengatakan bahwa ia manipulatif, psikopat, dan machiavelis. Tapi itu coba ditolak oleh Professor. Karena ada sesuatu hal yang meyakinkan dirinya kalau orang ini orang baik.
Hingga ternyata, polisi masuk dan membawa surat yang membaskan tersangka. Tersangka ternyata tak bersalah sama sekali. Ia tak membunuh orang. Ia mengaku membunuh orang karena ia senang jika psikolog itu akan senang. Psikolog itu akan naik jabatan dan reputasinya meningkat. Jadi ia disuruh untuk membunuhnya, bukan oleh korban. Tapi oleh psikolog.
Dengan itu, Professor, psikiater, dan psikolog tertegun sendiri. Tersangka itu akhirnya pergi ke kantor, katanya ada urusan. Hanya dengan jalan kaki dan tidak mau diantar oleh Professor.
Sinopsis
Disukai
0
Dibaca
2.1k
Tentang Penulis
Muhammad Alfi Rahman
-
Bergabung sejak 2020-12-01
Telah diikuti oleh 1 pengguna
Sudah memublikasikan 11 karya
Menulis lebih dari kata
Rekomendasi dari Thriller
Skrip Film
Remang
Muhammad Alfi Rahman
Flash
Seolah Pernah Bertemu (1)
verlit ivana
Novel
Langit dan Adel
Rahmah Mia Amanda
Cerpen
True Mayhem
Noer Eka
Novel
Harapan Seorang Anak Durhaka
ahmad bahroni
Cerpen
Sixth Sense
Ju Khoyul
Flash
CHEERS!
Januard Benedictus
Novel
THE VIRUS || vol. 1
Deeta Pratiwi
Novel
2000 In Memoriam
Nuel Lubis
Novel
BROKEN BUTTERFLY; Beyond the Night That Differs Love and Lust
iswana suhendar
Novel
Warisan Renggodelogo
Suwito Sarjono
Skrip Film
Toko Buku Thomas
Arya
Novel
R(asa)
Deka Amalia
Skrip Film
Bunga Di Kota Senyap
Sapto Nugroho
Novel
Meja Otopsi
Fitriyani
Rekomendasi
Skrip Film
Remang
Muhammad Alfi Rahman
Novel
Sama Dengan
Muhammad Alfi Rahman
Novel
Tentram
Muhammad Alfi Rahman
Skrip Film
Lompat
Muhammad Alfi Rahman
Novel
Ringan Seperti Kapas
Muhammad Alfi Rahman
Novel
Rindu, Selau Kejadian Lama
Muhammad Alfi Rahman
Skrip Film
Bianglala
Muhammad Alfi Rahman
Skrip Film
Titik-titik
Muhammad Alfi Rahman
Skrip Film
Jalan
Muhammad Alfi Rahman
Novel
Konspirasi Cinta
Muhammad Alfi Rahman
Novel
Kem-Bali
Muhammad Alfi Rahman