13. Scene 59 - 63
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

59. EXT. TERAS RUMAH PAK DANI - PAGI - BEBERAPA HARI KEMUDIAN

Sinar matahari pagi. Pekarangan masih menyisakan jejak rumput terinjak dan sisa asap obor.

Kampung terasa berbeda - sunyi, canggung. Rumah Bu Sumi tertutup rapat. Ibu-ibu di tukang sayur bertransaksi dengan suara pelan, menunduk, tak berani menyebut nama Pak Dani.

PAK DANI keluar membawa gembok besi hitam BARU, palu kecil, dan engsel pengganti. Dengan tenang dan terampil, ia memasang kembali selot yang rusak.

SLAMET lewat, menghentikan langkah.

SLAMET
Selamat pagi, Pak Dani.
PAK DANI
(tersenyum lebar)
Selamat pagi, Mas Slamet. Mau berangkat kerja ya?
SLAMET
Iya, Pak Dani. Wah, pintunya sudah mau selesai dipasang lagi ya?
PAK DANI
(terkekeh)
Cuma perbaikan kecil kok, Mas.

Ia memasukkan gembok baru ke selot, menekan kuncinya.

SFX: KLIK.

Gembok hitam kembali menggantung kaku di pintu depan - persis seperti dua tahun sebelumnya.

PAK DANI
(menatap gembok, tenang)
Nah, sudah selesai.

Slamet menatap gembok itu dengan rasa kagum yang mendalam.

60. EXT. RT 04 - MONTASE - BEBERAPA BULAN KEMUDIAN

Musim berganti. Hujan menyiram jalan tanah, memudarkan jejak-jejak malam kelam itu.

- TARJO berjalan cepat menunduk setiap kali melewati tetangga, menghindari tatapan mata. - Pos ronda sering kosong di malam hari - warga enggan berkumpul, dibayangi rasa malu. - BU SUMI, KARSO, DEDI - setiap kali melintasi rumah Pak Dani dan melihat gembok baru itu, dada mereka terasa sesak oleh teguran tak kasat mata.

END MONTASE.

61. INT. RUMAH PAK DANI - PAGI - HARI BIASA

Kehidupan keluarga itu tetap berjalan hangat dan penuh syukur. Suara keran air, tawa Dimas dan Rara belajar bersama ibunya, aroma masakan sederhana dari dapur.

62. EXT./INT. JENDELA SAMPING RUMAH PAK DANI - LANJUTAN

Jendela samping terbuka. SLAMET lewat.

PAK DANI
(dari balik jendela, tersenyum tulus)
Selamat pagi, Mas Slamet... Selamat beraktivitas, semoga rezekinya dilimpahkan hari ini.

Slamet membalas senyum itu, melangkah pergi dengan hati tenang.

63. EXT. RT 04 - PAGI - LANJUTAN (SHOT AKHIR)

Kamera perlahan menjauh (crane shot naik), memperlihatkan keseluruhan rumah sederhana itu berdiri di tengah kampung - gembok hitam di pintu depan berkilau lembut ditimpa cahaya pagi. Bukan lagi simbol misteri atau ketakutan, melainkan simbol ketenangan yang tak tergoyahkan.

SUPER (opsional, sebelum fade out): "Mereka yang menjaga kedamaian jiwanya sendiri, tidak pernah benar-benar terkurung - sekalipun dunia mengepung dari luar."

FADE OUT.

THE END.


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)