FADE IN:
1. EXT. GANG RT 04 - PAGI HARI
Kabut tipis menggantung di atas atap seng. Kamera bergerak pelan menyusuri gang tanah sempit: jemuran berkibar, asap tipis dari dapur, seekor ayam menyeberang jalan.
SUPER: "RT 04 - sebuah kampung, seperti kampung lainnya."
TITLE CARD: BOGO
2. EXT. JALAN TANAH DEPAN RUMAH PAK DANI - PAGI - LANJUTAN
PAK SLAMET (40-an, kaos oblong, membawa kantong plastik hitam berisi tempe dan kangkung) berjalan santai. Langkahnya melambat di depan rumah Pak Dani.
Rumah itu sederhana: dinding tembok-papan, atap seng berkarat, tanpa pagar.
INSERT - CLOSE UP: Gembok besi hitam besar tergantung di selot pintu depan, terkunci rapat, tanpa kunci menggantung.
Slamet mematung.
Dari dalam - MUFFLED lewat dinding tipis - terdengar bunyi keran menyala, gesekan sapu ijuk, tawa perempuan. Aroma tumisan bawang dan terasi menyeruak ke jalan.
3. EXT. JALAN TANAH DEPAN RUMAH PAK DANI - PAGI - LANJUTAN
PAK RT (50-an, memanggul cangkul) mendekat dari belakang.
Slamet menoleh kaget, menunjuk pintu depan.
Pak RT maju, memicingkan mata ke gembok.
Slamet menunjuk dengan dagunya ke celah jalan setapak di samping rumah.
Pak RT terdiam, ikut membayangkan.
4. EXT. JALAN TANAH DEPAN RUMAH PAK DANI - PAGI - LANJUTAN
SFX: bunyi engsel jendela.
Jendela kayu samping terbuka. PAK DANI (40-an, rapi, wajah tenang) muncul, tersenyum.
Aroma teh hangat dan pisang goreng tercium dari dalam. Suara anak-anak bercanda terdengar santai.
Pak RT berdeham, canggung.
Ia menarik jendela, menutupnya. Tirai biru ditarik rapat.
5. EXT. JALAN TANAH DEPAN RUMAH PAK DANI - PAGI - LANJUTAN
Pak RT dan Slamet berdiri diam di jalan tanah.
Pak RT mengangguk, melangkah pergi ke arah kebunnya. Slamet berbalik pulang.
Kamera menahan pada gembok hitam itu - diam, bisu, menyimpan tanda tanya.