1. Scene 1 - 5
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

FADE IN:

1. EXT. GANG RT 04 - PAGI HARI

Kabut tipis menggantung di atas atap seng. Kamera bergerak pelan menyusuri gang tanah sempit: jemuran berkibar, asap tipis dari dapur, seekor ayam menyeberang jalan.

SUPER: "RT 04 - sebuah kampung, seperti kampung lainnya."

TITLE CARD: BOGO

2. EXT. JALAN TANAH DEPAN RUMAH PAK DANI - PAGI - LANJUTAN

PAK SLAMET (40-an, kaos oblong, membawa kantong plastik hitam berisi tempe dan kangkung) berjalan santai. Langkahnya melambat di depan rumah Pak Dani.

Rumah itu sederhana: dinding tembok-papan, atap seng berkarat, tanpa pagar.

INSERT - CLOSE UP: Gembok besi hitam besar tergantung di selot pintu depan, terkunci rapat, tanpa kunci menggantung.

Slamet mematung.

Dari dalam - MUFFLED lewat dinding tipis - terdengar bunyi keran menyala, gesekan sapu ijuk, tawa perempuan. Aroma tumisan bawang dan terasi menyeruak ke jalan.

SLAMET
(menggaruk leher, bingung)
Orangnya di dalam... tapi pintunya digembok dari luar?

3. EXT. JALAN TANAH DEPAN RUMAH PAK DANI - PAGI - LANJUTAN

PAK RT (50-an, memanggul cangkul) mendekat dari belakang.

PAK RT
Lagi ngelihatin apa kamu, Met?

Slamet menoleh kaget, menunjuk pintu depan.

SLAMET
Eh, Pak RT. Ini, coba lihat pintu depan rumah Pak Dani.

Pak RT maju, memicingkan mata ke gembok.

PAK RT
Loh, digembok dari luar? Pak Dani sekeluarga pergi ke mana? Kemarin sore saya masih lihat istrinya nyapu di depan.
SLAMET
(pelan)
Enggak ke mana-mana, Pak RT. Semuanya ada di dalam. Dari tadi saya dengar suara masak, suara anak belajar.
PAK RT
(mengusap kumis, bingung)
Kalau mereka semua di dalam... terus bagaimana caranya masang gembok di luar? Kan kuncinya harus diputar dari luar.

Slamet menunjuk dengan dagunya ke celah jalan setapak di samping rumah.

SLAMET
Paling lewat pintu belakang, Pak RT. Jalan muter, pasang gembok depan, terus masuk lagi lewat belakang.
PAK RT
Niat amat. Mau diam di rumah saja kok repotnya bukan main.
SLAMET
Orang normal kan kalau mau aman ya pasang slot dari dalam. Kalau ada apa-apa, gempa atau kebakaran, bagaimana cara keluarnya coba?

Pak RT terdiam, ikut membayangkan.

4. EXT. JALAN TANAH DEPAN RUMAH PAK DANI - PAGI - LANJUTAN

SFX: bunyi engsel jendela.

Jendela kayu samping terbuka. PAK DANI (40-an, rapi, wajah tenang) muncul, tersenyum.

PAK DANI
Selamat pagi, Pak RT, Mas Slamet. Segar ya udaranya pagi ini.

Aroma teh hangat dan pisang goreng tercium dari dalam. Suara anak-anak bercanda terdengar santai.

Pak RT berdeham, canggung.

PAK RT
Selamat pagi, Pak Dani... Anu, itu pintu depannya kok dikunci dari luar? Mau pergi ke mana?
PAK DANI
(santai)
Oh, enggak ke mana-mana kok, Pak RT. Biar tenang saja di dalam rumah.
PAK RT
(bingung)
Biar... tenang?
PAK DANI
Iya, Pak RT. Biar aman dan tenang. Mari, saya mau sarapan dulu sama anak-anak.

Ia menarik jendela, menutupnya. Tirai biru ditarik rapat.

5. EXT. JALAN TANAH DEPAN RUMAH PAK DANI - PAGI - LANJUTAN

Pak RT dan Slamet berdiri diam di jalan tanah.

PAK RT
Orangnya ramah banget begitu ya, Met.
SLAMET
Iya, Pak RT. Orang baik kok. Kalau kerja bakti rajin ikut.
PAK RT
(menghela napas)
Cuma ya itu... kebiasaannya aneh betul.
SLAMET
Mungkin memang maunya begitu. Yang penting enggak ganggu orang lain.

Pak RT mengangguk, melangkah pergi ke arah kebunnya. Slamet berbalik pulang.

Kamera menahan pada gembok hitam itu - diam, bisu, menyimpan tanda tanya.


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)