41. INT. WARUNG BU TEJO - PAGI HARI BERIKUTNYA
TARJO berdiri di tengah kerumunan warga baru - Bu Sumi, Karso, Dedi, dan lainnya.
Kerumunan tertegun - kebohongan itu ditelan mentah-mentah.
42. INT. WARUNG BU TEJO - LANJUTAN
Slamet terdiam. Ia memang tidak tahu, tapi ketidaktahuan baginya bukan bukti kejahatan.
Slamet membuang muka, pergi dengan dongkol.
43. EXT. SAMPING RUMAH PAK DANI - MALAM BUTA - BEBERAPA HARI KEMUDIAN
TARJO, KARSO, DEDI kembali mengendap, membawa senter berbalut plastik hitam.
KARSO naik ke bangku plastik, menempelkan wajahnya ke celah ventilasi.
POV KARSO: Keluarga Pak Dani makan malam sederhana - tempe goreng, sayur bayam bening, nasi putih. Tenang, hangat, biasa saja.
Karso turun, wajah pucat.
44. EXT. SAMPING RUMAH PAK DANI - LANJUTAN
Ia mendorong Karso, naik sendiri ke bangku, mengintip lewat celah yang sama. Melihat hal yang sama persis.
Ia turun dengan hentakan kaki keras. Ranting patah.
INT. RUMAH PAK DANI - BERSAMAAN
Pak Dani menghentikan suapannya, menoleh pelan ke jendela. Ia tahu persis siapa yang mengintip - tapi tidak beranjak, hanya tersenyum tipis pada istrinya, melanjutkan makan malam dengan tenang.
EXT. SAMPING RUMAH - LANJUTAN
45. INT/EXT. POS RONDA & JALAN GANG - MONTASE - PAGI HINGGA SORE
- TARJO menyebarkan klaim palsu di pos ronda: ada "ruang rahasia" di rumah Pak Dani. - Warga yang tadinya netral mulai terprovokasi, berbisik-bisik di jalan. - SLAMET mencoba melawan narasi, tapi semakin terisolasi - dituduh "disogok" oleh Tarjo di depan umum.
END MONTASE.