9. Scene 41 - 45
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

41. INT. WARUNG BU TEJO - PAGI HARI BERIKUTNYA

TARJO berdiri di tengah kerumunan warga baru - Bu Sumi, Karso, Dedi, dan lainnya.

TARJO
Kalian tahu apa yang terjadi semalam? Rumahnya kita gelapkan, atapnya kita lempar batu - orangnya sama sekali enggak keluar! Enggak teriak, enggak marah!
BU SUMI
Kalau bukan karena ilmu kebal, pasti dia lagi sibuk nyembunyiin sesuatu yang mahal!
BU TEJO
(menegur)
Jangan sembarangan ngomong, Bu Sumi, Mas Tarjo.
TARJO
(berapi-api, mengarang cerita)
Coba pikir pakai logika! Dari mana dia dapat uang tunai tiap bulan kalau enggak kerja? Jangan-jangan dia buronan penjahat kelas kakap yang nyimpen uang hasil rampokan di bawah lantai rumahnya!

Kerumunan tertegun - kebohongan itu ditelan mentah-mentah.

42. INT. WARUNG BU TEJO - LANJUTAN

SLAMET
(masuk, geram)
Kalian ini keterlaluan, Tarjo! Ngawur! Mana buktinya?!
TARJO
(menantang)
Kalau dia bukan penjahat, coba jelaskan dari mana dia dapat duit tanpa kerja dua tahun ini! Jawab kalau kamu paling tahu!

Slamet terdiam. Ia memang tidak tahu, tapi ketidaktahuan baginya bukan bukti kejahatan.

SLAMET
Ketidaktahuan kita bukan berarti dia melakukan kejahatan, Jo! Bukan hak kita ngarang cerita bohong dan menuduh orang sembarangan.
TARJO
(meludah ke tanah)
Sudah lah, Mas Slamet. Warga RT 04 sekarang sudah bukan anak kecil lagi. Cepat atau lambat, kita bakal bongkar sendiri rahasia busuk di balik gembok besi itu!

Slamet membuang muka, pergi dengan dongkol.

43. EXT. SAMPING RUMAH PAK DANI - MALAM BUTA - BEBERAPA HARI KEMUDIAN

TARJO, KARSO, DEDI kembali mengendap, membawa senter berbalut plastik hitam.

TARJO
(berbisik)
Naik ke bangku kayu ini. Lewat celah ventilasi atas.

KARSO naik ke bangku plastik, menempelkan wajahnya ke celah ventilasi.

POV KARSO: Keluarga Pak Dani makan malam sederhana - tempe goreng, sayur bayam bening, nasi putih. Tenang, hangat, biasa saja.

Karso turun, wajah pucat.

KARSO
Enggak ada apa-apa, Jo. Cuma makan malam biasa.

44. EXT. SAMPING RUMAH PAK DANI - LANJUTAN

TARJO
(tidak percaya)
Maksudmu enggak ada apa-apa bagaimana?!

Ia mendorong Karso, naik sendiri ke bangku, mengintip lewat celah yang sama. Melihat hal yang sama persis.

Ia turun dengan hentakan kaki keras. Ranting patah.

INT. RUMAH PAK DANI - BERSAMAAN

Pak Dani menghentikan suapannya, menoleh pelan ke jendela. Ia tahu persis siapa yang mengintip - tapi tidak beranjak, hanya tersenyum tipis pada istrinya, melanjutkan makan malam dengan tenang.

EXT. SAMPING RUMAH - LANJUTAN

TARJO
(dalam hati, geram, berbisik)
Sialan... mereka sengaja pura-pura hidup sederhana buat mengelabui kita. Pasti ada ruangan rahasia lain!

45. INT/EXT. POS RONDA & JALAN GANG - MONTASE - PAGI HINGGA SORE

- TARJO menyebarkan klaim palsu di pos ronda: ada "ruang rahasia" di rumah Pak Dani. - Warga yang tadinya netral mulai terprovokasi, berbisik-bisik di jalan. - SLAMET mencoba melawan narasi, tapi semakin terisolasi - dituduh "disogok" oleh Tarjo di depan umum.

END MONTASE.


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)