21. EXT. TERAS RUMAH PAK DANI - LANJUTAN
Pak Dani keluar dari celah samping, membuka gembok (KLEK), mendorong pintu depan lebar-lebar.
DIMAS (10 tahun, seragam rapi) dan RARA (7 tahun) melangkah keluar, mencium tangan kedua orang tua mereka. BU DANI merapikan kerah baju Rara.
Kedua anak itu berjalan ke jalan gang.
22. EXT. PEKARANGAN SLAMET - LANJUTAN
Kedua anak berjalan menyusuri gang menuju sekolah, Dimas memegang erat tangan adiknya.
Di belakang mereka, Pak Dani merapatkan kembali pintu, memasang gembok (KLEK), lalu berjalan masuk lewat jalur belakang bersama istrinya.
Slamet menghembuskan napas pelan, kembali mengayun sapu lidinya - hatinya tenang menyaksikan kesopanan anak-anak itu.
23. EXT. POS RONDA - MALAM
Lampu temaram. Kentungan bambu tergantung di tiang. PAK TARJO (40-an, kurus, wajah keras) duduk bersama PAK RT, SLAMET, dan PAK KARSO (gempal, mudah terpengaruh). Asap rokok kretek mengepul.
Keheningan sejenak. Pak RT, Slamet, Karso saling pandang.
24. EXT. POS RONDA - MALAM - LANJUTAN
Tarjo bersedekap, wajahnya menyimpan raut tidak puas. Kamera close-up pada matanya - membara oleh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar penasaran.
25. EXT. GANG RT 04 - PAGI - MONTASE (REPRESENTASI DAPUR YANG SELALU NGEBUL)
- Motor MANG UDIN berhenti di depan rumah Pak Dani. BU DANI membuka jendela, memesan bayam, tahu, cabai, membayar tunai dengan uang rapi. - BU DANI menjemur cucian bersih di bawah pohon mangga samping rumah - pakaian sekolah anak, seragam, handuk, semua rapi tanpa noda. - SLAMET dari terasnya menyaksikan semua ini, menggelengkan kepala mengingat omongan Tarjo semalam.
END MONTASE.