5. Scene 21 - 25
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

21. EXT. TERAS RUMAH PAK DANI - LANJUTAN

Pak Dani keluar dari celah samping, membuka gembok (KLEK), mendorong pintu depan lebar-lebar.

PAK DANI
Dimas, Rara, ayo keluar dari depan!

DIMAS (10 tahun, seragam rapi) dan RARA (7 tahun) melangkah keluar, mencium tangan kedua orang tua mereka. BU DANI merapikan kerah baju Rara.

BU DANI
Belajar yang rajin ya di sekolah.
RARA
Iya, Bu.

Kedua anak itu berjalan ke jalan gang.

22. EXT. PEKARANGAN SLAMET - LANJUTAN

DIMAS
(menyapa, menunduk sedikit hormat)
Mari, Om Slamet!
RARA
(tersenyum manis)
Mari, Om!
SLAMET
(tersenyum lebar)
Eh, iya... pintar. Hati-hati di jalan ya, Dimas, Rara. Belajar yang rajin!
DIMAS
Iya, Om Slamet!

Kedua anak berjalan menyusuri gang menuju sekolah, Dimas memegang erat tangan adiknya.

Di belakang mereka, Pak Dani merapatkan kembali pintu, memasang gembok (KLEK), lalu berjalan masuk lewat jalur belakang bersama istrinya.

Slamet menghembuskan napas pelan, kembali mengayun sapu lidinya - hatinya tenang menyaksikan kesopanan anak-anak itu.

23. EXT. POS RONDA - MALAM

Lampu temaram. Kentungan bambu tergantung di tiang. PAK TARJO (40-an, kurus, wajah keras) duduk bersama PAK RT, SLAMET, dan PAK KARSO (gempal, mudah terpengaruh). Asap rokok kretek mengepul.

TARJO
Pak RT, saya mau tanya. Soal Pak Dani.
PAK RT
Kenapa lagi sama Pak Dani, Jo?
TARJO
(memajukan badan, serius)
Sudah dua tahun dia tinggal di sini. Pernah enggak kalian lihat dia berangkat kerja? Bawa dagangan? Naik motor pagi-pagi pakai seragam kerja?

Keheningan sejenak. Pak RT, Slamet, Karso saling pandang.

TARJO (CONT'D)
Nah! Rumahnya digembok dari luar, tapi dapurnya enggak pernah berhenti ngebul. Anak-anaknya sekolah lancar, seragamnya selalu baru. Dari mana uangnya?
KARSO
(mengangguk-angguk)
Iya juga ya... saya juga enggak pernah lihat dia berangkat kerja.

24. EXT. POS RONDA - MALAM - LANJUTAN

SLAMET
(tegas)
Mas Tarjo, niat kita ronda itu jaga keamanan kampung, bukan ngurusin dapur orang. Soal rezeki, itu urusan dia sama Tuhan.
TARJO
(tersinggung)
Saya enggak menuduh, Mas Slamet. Saya cuma heran. Masa ada orang hidupnya paling tenang tapi sumber duitnya enggak jelas?
PAK RT
(menengahi)
Sudah, sudah. Selama Pak Dani enggak melanggar hukum, kita enggak punya hak curiga yang bukan-bukan.

Tarjo bersedekap, wajahnya menyimpan raut tidak puas. Kamera close-up pada matanya - membara oleh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar penasaran.

25. EXT. GANG RT 04 - PAGI - MONTASE (REPRESENTASI DAPUR YANG SELALU NGEBUL)

- Motor MANG UDIN berhenti di depan rumah Pak Dani. BU DANI membuka jendela, memesan bayam, tahu, cabai, membayar tunai dengan uang rapi. - BU DANI menjemur cucian bersih di bawah pohon mangga samping rumah - pakaian sekolah anak, seragam, handuk, semua rapi tanpa noda. - SLAMET dari terasnya menyaksikan semua ini, menggelengkan kepala mengingat omongan Tarjo semalam.

END MONTASE.


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)