16. EXT. TERAS RUMAH SLAMET - LANJUTAN
SLAMET duduk santai merokok kretek.
Pria itu mencatat sesuatu di buku kecilnya, pamit, berjalan meninggalkan gang.
17. EXT. SAMPING & TERAS RUMAH PAK DANI - SORE
Sekitar jam empat sore. SLAMET duduk di terasnya sendiri, menyeruput teh hangat, memperhatikan jalan setapak samping rumah Pak Dani.
SFX: bunyi engsel kayu dari pintu belakang.
PAK DANI keluar dari pintu belakang, memakai celana panjang kusam dan tas selempang kecil.
Ia menarik pintu belakang hingga rapat. Terdengar suara selot dipasang dari dalam oleh istrinya.
18. EXT. JALAN SETAPAK SAMPING RUMAH PAK DANI - LANJUTAN
Pak Dani berjalan santai menyusuri jalan setapak menuju halaman depan, tiba di teras. Ia memegang gembok besi hitam yang menggantung di selot, menekan tangkainya.
SFX: KLEK.
Ia memutar kunci, mencabutnya, memasukkan ke tas selempang. Menarik badan gembok sekali, memastikan kokoh. Berbalik, berjalan meninggalkan halaman menuju jalan gang utama.
19. EXT. TERAS RUMAH SLAMET - LANJUTAN
Melintas di depan teras Slamet, Pak Dani menoleh, menyapa dengan senyum ramahnya yang biasa.
Slamet mengangguk-angguk. Pikirannya yang tadinya sempat heran kini terang - tidak ada misteri, murni kebiasaan praktis.
Slamet memperhatikan Pak Dani berjalan sampai menghilang di belokan.
20. EXT. GANG RT 04 - PAGI - HARI SEKOLAH
Anak-anak sekolah berlarian riang. SLAMET menyapu daun kering di pekarangannya, memperhatikan rumah Pak Dani.
Dari dalam, suara tawa anak-anak, suara Pak Dani yang hangat.