4. Scene 16 - 20
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

16. EXT. TERAS RUMAH SLAMET - LANJUTAN

SLAMET duduk santai merokok kretek.

PRIA BERJAKET KULIT
Selamat siang, Pak. Saya mau menanyakan data warga. Tadi saya ketuk pintu rumah sebelah, tapi enggak ada yang menyahut. Padahal saya dengar suara TV.
SLAMET
(terkekeh, menghembuskan asap)
Oh, rumah Pak Dani. Enggak bakal dibuka kalau sama orang asing, Mas. Mau kamu ketuk sampai tanganmu pegal juga enggak akan direspons.
PRIA BERJAKET KULIT
Kenapa begitu, Pak? Orangnya enggak ada di rumah?
SLAMET
Orangnya ada sekeluarga. Tapi memang begitu kebiasaannya. Kalau yang datang orang enggak dikenal, mereka biarin saja sampai orangnya pergi sendiri.
PRIA BERJAKET KULIT
(menggaruk kepala, bingung)
Unik betul orangnya...
SLAMET
Enggak apa-apa juga kok. Pak Dani itu orangnya baik, ramah kalau ngobrol langsung di jalan. Cuma dia enggak suka kalau ada orang asing datang mengganggu ketenangan rumahnya.

Pria itu mencatat sesuatu di buku kecilnya, pamit, berjalan meninggalkan gang.

17. EXT. SAMPING & TERAS RUMAH PAK DANI - SORE

Sekitar jam empat sore. SLAMET duduk di terasnya sendiri, menyeruput teh hangat, memperhatikan jalan setapak samping rumah Pak Dani.

SFX: bunyi engsel kayu dari pintu belakang.

PAK DANI keluar dari pintu belakang, memakai celana panjang kusam dan tas selempang kecil.

PAK DANI
(berbicara ke arah dalam dapur)
Bu, Bapak berangkat ke toko material sebentar ya! Mau beli paku sama cat kaleng!
SUARA BU DANI (O.S.)
Iya, Pak! Hati-hati di jalan!
PAK DANI
Siap, Bu. Pintunya diselot dari dalam ya.

Ia menarik pintu belakang hingga rapat. Terdengar suara selot dipasang dari dalam oleh istrinya.

18. EXT. JALAN SETAPAK SAMPING RUMAH PAK DANI - LANJUTAN

Pak Dani berjalan santai menyusuri jalan setapak menuju halaman depan, tiba di teras. Ia memegang gembok besi hitam yang menggantung di selot, menekan tangkainya.

SFX: KLEK.

Ia memutar kunci, mencabutnya, memasukkan ke tas selempang. Menarik badan gembok sekali, memastikan kokoh. Berbalik, berjalan meninggalkan halaman menuju jalan gang utama.

19. EXT. TERAS RUMAH SLAMET - LANJUTAN

Melintas di depan teras Slamet, Pak Dani menoleh, menyapa dengan senyum ramahnya yang biasa.

SLAMET
Mau ke mana, Pak Dani? Rapi amat sore-sore.
PAK DANI
Mau ke toko material di depan, Mas Slamet. Mau beli cat sedikit buat merapikan dinding samping yang agak mengelupas.
SLAMET
Wah, rajin betul. Istri sama anak-anak ikut?
PAK DANI
Oh tidak, Mas. Mereka santai di dalam rumah saja, lagi nonton TV.

Slamet mengangguk-angguk. Pikirannya yang tadinya sempat heran kini terang - tidak ada misteri, murni kebiasaan praktis.

PAK DANI
Mari ya, Mas Slamet.
SLAMET
Silakan, Pak Dani. Hati-hati di jalan.

Slamet memperhatikan Pak Dani berjalan sampai menghilang di belokan.

20. EXT. GANG RT 04 - PAGI - HARI SEKOLAH

Anak-anak sekolah berlarian riang. SLAMET menyapu daun kering di pekarangannya, memperhatikan rumah Pak Dani.

Dari dalam, suara tawa anak-anak, suara Pak Dani yang hangat.

PAK DANI (O.S.)
Ayo, diminum dulu susunya. Tasnya jangan sampai ada buku yang ketinggalan.
SUARA DIMAS (O.S.)
Sudah semua, Pak!
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)