2. Scene 6 - 10
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

6. EXT. PEKARANGAN SAMPING RUMAH SLAMET - SEKITAR JAM 10 PAGI

SLAMET keluar membawa wadah plastik berisi nasi sisa, menaburkannya untuk ayam-ayam peliharaannya. Dari posisinya, rumah Pak Dani terlihat jelas, hanya berjarak tiga rumah.

Suara langkah kaki menepak tanah dari gang depan. Slamet menoleh refleks.

PAK DANI keluar dari celah jalan setapak samping rumahnya - celana pendek, kaos oblong, memegang kunci gembok perak. Langkahnya santai, tanpa gerak-gerik sembunyi.

Ia berjalan ke pintu depan, memasukkan kunci ke gembok.

SFX: KLEK.

Gembok terbuka. Ia mengantonginya, mendorong pintu terbuka lebar.

7. INT. RUMAH PAK DANI - RUANG TENGAH - BERSAMAAN

Aroma sayur asam dan ikan asin goreng. DUA ANAK PAK DANI menonton televisi. Meja makan kayu sederhana tertutup tudung saji bersih.

PAK DANI
(menoleh ke dalam)
Bu, Bapak mau buang sampah dulu ke depan ya!
SUARA BU DANI (O.S.)
Iya, Pak! Sekalian bawa ember hitam di samping keran!
PAK DANI
Siap, Bu.

8. EXT. TERAS & PEKARANGAN SLAMET - LANJUTAN

Pak Dani mengambil ember sampah, berjalan menuju tempat pembuangan sementara. Melintas di depan pekarangan Slamet, ia menoleh, tersenyum lebar.

PAK DANI
Lagi memberi makan ayam, Mas Slamet?
SLAMET
(melempar segenggam nasi kering)
Eh, iya, Pak Dani. Ini ada sisa nasi sedikit daripada terbuang.
PAK DANI
Bagus itu, Mas. Daripada mubazir. Mari ya, Mas Slamet.
SLAMET
Silakan, Pak Dani.

Kamera mengikuti punggung Pak Dani berjalan ke bak sampah, membuang isi ember, mengetuk-ngetuk dasarnya, lalu kembali. Semua gerakannya wajar, tenang.

9. EXT. TERAS RUMAH PAK DANI - LANJUTAN

Pak Dani menaruh ember di sudut teras, menarik pintu kayu sampai rapat. Dari saku, ia keluarkan kembali gembok besi hitam dan kuncinya.

INSERT - CLOSE UP: Gembok dipasang ke selot, tangkai besi ditekan.

SFX: KLEK.

Ia memutar kunci, mencabutnya, memasukkan ke saku. Menarik badan gembok sekali - memastikan terkunci sempurna. Ia berbalik, berjalan santai melewati celah jalan setapak, menghilang ke pintu belakang.

10. EXT. PEKARANGAN SAMPING RUMAH SLAMET - LANJUTAN

Slamet, yang menyaksikan semua dari awal, mengangguk-angguk pelan.

SLAMET
(bergumam sendiri)
Memang dasarnya orangnya tidak mau diganggu saja...

Ia kembali menabur sisa nasi, melanjutkan aktivitasnya.

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)