Daftar isi
#1
Mereka yang Bersua Kembali di Titik Nol
#2
Mencari Sampai Ujung Bumi
#3
Parade Luka yang Tidak Bisa Dihapus dengan Air Mata
#4
di Antara Mantra dan Umpatan Sia-Sia
#5
Sori, Semua yang Melihat Harus Lenyap
#6
Api Neraka untuk Seisi Dunia
#7
Laki-laki yang Menghilang di Tengah Parade
#8
Marche Funèbre
#9
Sori Mas, Punya Mancis atau Rek Jres?
#10
Gerimis Juni yang Tiada Pernah Berhenti
#11
Titik Hidup Paling Paripurna
#12
Seorang Bocah di Pemakaman, Seorang Istri yang Lupa Punya Suami
#13
Mancis Terlezat Aroma Mint
#14
Tuhan, Aku Ingin Melihat Senja Sekali Lagi
#15
yang Namanya Abadi dalam Merah Senja
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#13
Mancis Terlezat Aroma Mint
Bagikan Chapter
[1] Aroma mint mulutmu! (bahasa Jawa)
[2] Jika cuma memaki, aku juga bisa. Akan kuhabiskan jatah makianku malam ini. Kuhabiskan untuk menghabisi seperti dirimu! Lagakmu mancis-mancis! Matilah! Mati! (bahasa Jawa)
[3] Ingat, Mbak! Ingat! Iblis itu hanya ingin mengambil jiwamu! Tidak mungkin dia akan membebaskan Mas Ide. Ingat, bapak ibumu sudah rela mati untukmu. Apakah kamu akan menyiakan hal itu? Butuh berapa orang lagi yang mati agar kamu paham? (bahasa Jawa).
[4] Matilah! Mati saja sana! Kamu tidak akan menang lawan aku! Katanya, di masa depan kamu membunuhku? Sekarang gantian! Rasakan tangan ini! Tangan wong cilik yang setiap hari menderita. Rasakan! (bahasa Jawa)
[5] Jangan dipaksakan. Duduklah sebentar (bahasa Jawa).
[6] Mas, jangan gila kamu (bahasa Jawa)
[7] Kamu mau memberikan mancis untuk iblis seperti ini? (bahasa Jawa)
[2] Jika cuma memaki, aku juga bisa. Akan kuhabiskan jatah makianku malam ini. Kuhabiskan untuk menghabisi seperti dirimu! Lagakmu mancis-mancis! Matilah! Mati! (bahasa Jawa)
[3] Ingat, Mbak! Ingat! Iblis itu hanya ingin mengambil jiwamu! Tidak mungkin dia akan membebaskan Mas Ide. Ingat, bapak ibumu sudah rela mati untukmu. Apakah kamu akan menyiakan hal itu? Butuh berapa orang lagi yang mati agar kamu paham? (bahasa Jawa).
[4] Matilah! Mati saja sana! Kamu tidak akan menang lawan aku! Katanya, di masa depan kamu membunuhku? Sekarang gantian! Rasakan tangan ini! Tangan wong cilik yang setiap hari menderita. Rasakan! (bahasa Jawa)
[5] Jangan dipaksakan. Duduklah sebentar (bahasa Jawa).
[6] Mas, jangan gila kamu (bahasa Jawa)
[7] Kamu mau memberikan mancis untuk iblis seperti ini? (bahasa Jawa)
Chapter Sebelumnya
Chapter 12
Seorang Bocah di Pemakaman, Seorang Istri yang Lupa Punya Suami
Chapter Selanjutnya
Chapter 14
Tuhan, Aku Ingin Melihat Senja Sekali Lagi
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Milea
Novel
Lembar Kesekian Untuk Anda Baca
Flash
Kamu dan rooftop itu
Novel
Naraya And The Dream Who Save Her Life
Novel
Ketika Tidak Berjalan Dengan Semestinya
Novel
Obsidian
Cerpen
Lelakiku
Novel
Eternal Shangri-La
Flash
Perempuan Berkacamata Kuda
Flash
Ratu ghosting
Cerpen
Luca Matthijs van der Zee
Flash
Jangan Khianati Aku
Flash
Keputusan yang Datang Terlambat
Novel
Obsesi
Novel
PBC Journey In Japan
Novel
Keenan & Bella
Flash
In My New World
Flash
gak tau aturan
Cerpen
Sebatas Bercanda
Cerpen
ketika harapan ayah tumbang dihadapan anak