Tuhan, Aku Ingin Melihat Senja Sekali Lagi
#4
di Antara Mantra dan Umpatan Sia-Sia
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
  • Bookmark Paragraf ini
  • [1] Nona kecil, cepatlah naik (bahasa Jawa)

    [2] Sudah hampir sampai Ngabean (bahasa Jawa)

    [3] Aku tidak ikut turun lho Pak Rian (bahasa Jawa)

    [4] Baik, siap laksanakan (sesuai perintah). Saya ikut saja. Iya kan Mbak (bahasa Jawa)

    [5] Kok masih muter? Katanya, tadi layat ke rumah Pak Dulrohman. Mbak itu pramugari baru kah? (bahasa Jawa)

    [6] Mbah, tidak boleh ya. Kan sudah ada yang meninggal dunia (bahasa Jawa)

    [7] Persetan! Mikhail anjing! Aduh maaf, aku sudah mengumpat tiga kali. Atau empat kali? Hancur sudah (bahasa Jawa)
    Chapter Sebelumnya
    Chapter 3
    Parade Luka yang Tidak Bisa Dihapus dengan Air Mata
    Chapter Selanjutnya
    Chapter 5
    Sori, Semua yang Melihat Harus Lenyap