Tuhan, Aku Ingin Melihat Senja Sekali Lagi
#2
Mencari Sampai Ujung Bumi
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
  • Bookmark Paragraf ini
  • [1] Lari, Mas, cepat! (bahasa Jawa)

    [2] Poin, poin (tanda ada calon penumpang). Ikut ini, Pak! Ayo Mas, cepat. Segera! Jika tidak, nanti disalip oleh bus yang di belakang (bahasa Jawa).

    [3] Turun mana, Mas? (Bahasa Jawa)

    [4] Wah, tidak mau, Mas. Menyusahkan orang cari makan saja. Semua jalur (bus) kok diambil paksa sesukanya sendiri (bahasa Jawa).

    [5] Jangan membuka kartu, Mas! Mau kuturunkan di sini sajakah? (Bahasa Jawa)

    [6] Sebentar, sebentar. Ini kan Mbak petugas Halte Mangkubumi itu. Benar kan Pak? (bahasa Jawa).

    [7] Tahi lalat di sini kan Mas? (bahasa Jawa).

    [8] Terus kenapa Mas? Kamu naksir dia? Wah, sainganku ini, Pak. Sungguh, kalah ganteng, kalah rezeki juga. Apa mau dikata. Aku mengantar musuh namanya (bahasa Jawa).

    [9] Ya, tetap berangkat lah Nona (bahasa Jawa)

    [10] Kehilangan partner, tapi tetap bekerja. Bagaimana perasaanku, coba (pikirkan)? Sengaja aku mengambil jam (shift) pagi, agar nanti bisa takziah pukul dua siang (bahasa Jawa).

    [11] Nggak bersama dengan Mas yang semalam, Nona (bahasa Jawa)

    [12] Anak kita ini lho Pak Jaya, sudah tahu pacaran (bahasa Jawa)

    [13] Ya, tidak usah memerah (mukanya) begitulah (bahasa Jawa)

    [14] Sudah hafal, pokoknya (bahasa Jawa)
    Chapter Sebelumnya
    Chapter 1
    Sepasang Kekasih di Titik Nol
    Chapter Selanjutnya
    Bersambung
    Terakhir diperbarui: 8 jam 41 menit lalu