Tuhan, Aku Ingin Melihat Senja Sekali Lagi
#3
Parade Luka yang Tidak Bisa Dihapus dengan Air Mata
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
  • Bookmark Paragraf ini
  • [1] Minum dulu, Mas (bahasa Jawa)

    [2] Mas ini yang sering turun di Mijilan kan? Kok bisa sampai sini? Ikut-ikutan naksir Mbak Arum atau bagaimana (bahasa Jawa)

    [3] Ngawur, Bapak ini. Mas ini sedang bingung, dari tadi bolak-balik di kampus (bahasa Jawa).

    [4] Ih, aku nggak mau dengan Dombret. Jarang mandi (bahasa Jawa).

    [5] Bikin malas jika berhadapan dengan Dombret. Sudah punya istri kok masih genit. Mentang-mentang saya janda atau bagaimana. (bahasa Jawa)

    [6] Hei, Mas, mau kemana? (bahasa Jawa)

    [7] Jalan kaki (bahasa Jawa)

    [8] Kami mau menunggu mbah yang biasa dari pasar itu, Mas. Kasihan, orang tua. Jika kemalaman, di belakangku ini sudah tidak ada bus lagi. Bus milik Panjul dan Marimo disewa untuk layat (takziah) ke Gunungkidul. (bahasa Jawa).

    [9] Nah, itu dia mbah yang dimaksud (bahasa Jawa)

    [10] Ayo, cepat Mbah. Ada mas-mas ngamuk, menunggumu katanya terlalu lama (bahasa Jawa)
    Chapter Sebelumnya
    Chapter 2
    Mencari Sampai Ujung Bumi
    Chapter Selanjutnya
    Chapter 4
    di Antara Mantra dan Umpatan Sia-Sia