Daftar isi
#1
Mereka yang Bersua Kembali di Titik Nol
#2
Mencari Sampai Ujung Bumi
#3
Parade Luka yang Tidak Bisa Dihapus dengan Air Mata
#4
di Antara Mantra dan Umpatan Sia-Sia
#5
Sori, Semua yang Melihat Harus Lenyap
#6
Api Neraka untuk Seisi Dunia
#7
Laki-laki yang Menghilang di Tengah Parade
#8
Marche Funèbre
#9
Sori Mas, Punya Mancis atau Rek Jres?
#10
Gerimis Juni yang Tiada Pernah Berhenti
#11
Titik Hidup Paling Paripurna
#12
Seorang Bocah di Pemakaman, Seorang Istri yang Lupa Punya Suami
#13
Mancis Terlezat Aroma Mint
#14
Tuhan, Aku Ingin Melihat Senja Sekali Lagi
#15
yang Namanya Abadi dalam Merah Senja
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#5
Sori, Semua yang Melihat Harus Lenyap
Bagikan Chapter
[1] Makanya, besok lagi (penumpang seperti itu) tidak usah dibawa lagi. Mbah itu memang membawa sial. Sudah tiga kali kan, (bus) jadi mogok saat melewati rel (kereta api)? Untung sekarang sudah bisa (nyala) lagi. Sudahlah, aku lapar (bahasa Jawa).
[2] Sial banget, Paaak! Yang di depan itu apa Paak? (bahasa Jawa)
[3] Santai, Santai, Mbret. Bacakan qulhu (Surat Al Ikhlas) Mbret (bahasa Jawa).
[4] Oh iya, ayat kursi. Aduh, tidak hafal (bagian) belakangnya (ayat kursi). Aduh, kok nggak hilang. Bagaimana ini, Mbret? (bahasa Jawa)
[5] Mbak, saya minta maaf, ya. Jangan mengganggu saya, ya (bahasa Jawa).
[6] Tadi itu, yang menabrak Anda bukan saya, tapi Pak Supri. Silakan ganggu saja Pak Supri (bahasa Jawa).
[7] Memang benar-benar tidak hilang, Pak (bahasa Jawa)
[8] Mas, menyingkirlah! Sebelahmu itu hantu mbak petugas halte! Itu lho, sebelahmu! Mbak itu baru saja kecelakaan tadi, baru saja beneran. Ditabrak Pak Supri dan Jay (bahasa Jawa)
[9] Iya, Pak. Yang ini tahi lalatnya di sebelah kanan, bukan kiri. Sungguh, Mbak. Kok bisa sama persis dengan mbak yang itu (bahasa Jawa).
[10] Mas, Mbak, tampaknya ada yang keliru. Mas tadi mencari mbak yang ini bukan? Bukan yang petugas halte (bahasa Jawa)
[11] Mbak petugas halte sekarang di Panti Rapih, Mas. Haltenya ditabrak temanku, Pak Supri. Yang tadi bertemu di warungnya Arum itu lho (bahasa Jawa).
[12] Bicara apakah orang itu Mas? Kok menyeramkan (bahasa Jawa).
[2] Sial banget, Paaak! Yang di depan itu apa Paak? (bahasa Jawa)
[3] Santai, Santai, Mbret. Bacakan qulhu (Surat Al Ikhlas) Mbret (bahasa Jawa).
[4] Oh iya, ayat kursi. Aduh, tidak hafal (bagian) belakangnya (ayat kursi). Aduh, kok nggak hilang. Bagaimana ini, Mbret? (bahasa Jawa)
[5] Mbak, saya minta maaf, ya. Jangan mengganggu saya, ya (bahasa Jawa).
[6] Tadi itu, yang menabrak Anda bukan saya, tapi Pak Supri. Silakan ganggu saja Pak Supri (bahasa Jawa).
[7] Memang benar-benar tidak hilang, Pak (bahasa Jawa)
[8] Mas, menyingkirlah! Sebelahmu itu hantu mbak petugas halte! Itu lho, sebelahmu! Mbak itu baru saja kecelakaan tadi, baru saja beneran. Ditabrak Pak Supri dan Jay (bahasa Jawa)
[9] Iya, Pak. Yang ini tahi lalatnya di sebelah kanan, bukan kiri. Sungguh, Mbak. Kok bisa sama persis dengan mbak yang itu (bahasa Jawa).
[10] Mas, Mbak, tampaknya ada yang keliru. Mas tadi mencari mbak yang ini bukan? Bukan yang petugas halte (bahasa Jawa)
[11] Mbak petugas halte sekarang di Panti Rapih, Mas. Haltenya ditabrak temanku, Pak Supri. Yang tadi bertemu di warungnya Arum itu lho (bahasa Jawa).
[12] Bicara apakah orang itu Mas? Kok menyeramkan (bahasa Jawa).
Chapter Sebelumnya
Chapter 4
di Antara Mantra dan Umpatan Sia-Sia
Chapter Selanjutnya
Chapter 6
Api Neraka untuk Seisi Dunia
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Cerpen
Trilogi Kereta : Kereta yang Terekam
Cerpen
Dinda Merindukan Surga
Flash
Satu Hal
Novel
DIANTARA SENJA KITA
Flash
Tangga menuju surga
Flash
Satu Persen Ibu
Novel
YOUR EYES
Flash
Sepucuk Surat untuk Hujan
Cerpen
Aku Yakin Ini Nyata
Cerpen
Tak Terdengar
Novel
Am I a Monster?
Flash
#1. Aroma Sakura di Tengah Kekacauan
Novel
Perempuan Tanpa Nama
Cerpen
Dua Wanita yang Berteduh
Novel
Surat Cinta untuk Aisha
Cerpen
Oiran and The Summer Crow
Novel
Titik Koma
Flash
PADA SEBUAH CAFE
Flash
I like You Very Much, But I"m Afraid...
Cerpen
Detektif Kaiden Shadow : Detektif Di Balik Uap Kopi